Jakarta (ANTARA) - World Boxing Association (WBA) mengumumkan petinju Shera Mae Patricio dan Brittany Sims bersiap naik ring untuk memperebutkan sabuk juara dunia kelas bantam putri (53,5 kg) di College Park Center, Texas, Amerika Serikat, Sabtu (7/11).
"Patricio dan Sims akan bertemu dalam pertarungan yang menjanjikan untuk mengubah tatanan peringkat di divisi tersebut," demikian pertanyaan WBA dalam laman resminya yang dipantau di Jakarta, Jumat.
Patricio memasuki pertarungan dengan rekor tidak terkalahkan, yakni 10 kemenangan dengan tiga di antaranya diraih melalui kemenangan knockout (KO). Petinju asal Waianae, Hawaii itu menunjukkan perkembangan positif sejak memulai karir profesional pada 2024.
Ia akan berusaha mendikte jalannya pertandingan dari tengah ring, mengandalkan pukulan kerasnya untuk melancarkan kombinasi eksplosif ke dagu sambil terus memberikan tekanan agar lawannya tidak merasa nyaman bertarung dari jarak jauh.
Kuncinya adalah membatasi ruang gerak lawan secara efektif dan menargetkan tubuh dengan pukulan keras sejak bel pembukaan berbunyi.
Di hadapan petinju 23 tahun itu akan berdiri Brittany Sims, petinju asal Amerika Serikat yang memiliki pengalaman profesional lebih banyak. Sims datang dengan catatan 10 kemenangan dan tiga kekalahan dari 13 pertarungan, dengan lima kemenangan di antaranya diraih melalui KO.
Petinju berusia 36 tahun itu memiliki pengalaman menghadapi sejumlah lawan tangguh dan berhasil membangun kembali karirnya setelah mengawali perjalanan profesional dengan catatan kurang meyakinkan. Sims bahkan mencatatkan sembilan kemenangan beruntun sebelum menghadapi Patricio.
Sims dikenal karena atletisnya, gerakan kaki yang lincah, dan daya pukul yang tinggi. Ia memahami tantangan di depannya dan diperkirakan mengandalkan strategi yang dibangun di sekitar pergerakan konstan, menggunakan jab kirinya untuk mengganggu serangan Patricio dan melangkah ke samping untuk membuat lawannya membayar mahal karena meleset di jarak menengah.
Pertarungan ini juga menjadi kesempatan penting bagi kedua petinju untuk memperkuat posisi mereka di divisi bantam. Patricio berambisi mempertahankan rekor sempurna sekaligus meraih gelar juara dunia pertama dalam karir profesionalnya, sedangkan Sims bertekad memanfaatkan pengalaman bertanding untuk merebut sabuk juara dunia.
WBA menjelaskan bahwa pertarungan itu diprediksi menjadi bentrokan gaya klasik yaitu kekuatan, agresi, dan otoritas pukulan Patricio melawan ritme, gerakan, dan presisi teknik Sims.