Politik

Pelajaran besar dari kekalahan telak Donald Trump dan Partai Republik

Pelajaran besar dari kekalahan telak Donald Trump dan Partai Republik
Pantaslah kalau PM Spanyol Pedro Sanchez menyebut kemenangan Demokrat adalah cara rakyat AS menentang kebencian dan intoleransi.

Jakarta (ANTARA) - "Rakyat Amerika (Serikat) telah memberikan suaranya untuk menentang kebijakan-kebijakan yang telah memiskinkan mereka, untuk menentang kebencian, untuk menentang seksisme, untuk menentang penyangkal perubahan iklim, dan menentang hak-hak istimewa untuk kaum elite."

Kalimat itu disampaikan oleh Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez tak lama setelah hasil Pemilu Sela di AS pada 3 November 2026 menunjukkan Presiden Donald Trump dan Partai Republik kalah telak.

Trump dan partainya dianggap telah mengabaikan suara mayoritas rakyat yang tak sependapat dengan kebijakan-kebijakannya yang kadang rasis dan menoleransi kebohongan.

AS adalah negara yang unik karena memiliki mekanisme yang bisa dengan cepat mengoreksi kesalahan rezim sebelum periode kekuasaan rezim berakhir, lewat mekanisme Pemilu Sela.

Dari Pemilu Sela itu pula Trump dan partainya dikoreksi, bahkan dihukum karena dianggap tak mendengarkan suara kebanyakan rakyatnya.

Hukuman itu sangat menyakitkan karena Trump dan Partai Republik kehilangan suara yang begitu besar di kedua kamar dewan legislatif (Kongres), baik itu majelis tinggi Senat maupun majelis rendah House of Representatives (DPR).

Saking besarnya selisih kursi Demokrat dan Republik di Kongres itu, pemerintahan Trump terancam lumpuh, kecuali mereka memberikan konsesi sangat besar kepada Demokrat.

Komposisi baru Kongres yang bekerja mulai 3 Januari 2027 itu berubah total, dari tadinya dikuasai Republik menjadi mutlak dikuasai Demokrat.

Berdasarkan data terkini Associated Press, Demokrat menguasai 54 kursi Senat, sedangkan Republik mengusai 44 kursi.

Dua kursi tersisa dari Alaska dan Mississippi belum bisa dipastikan menjadi milik siapa karena selisih suara terlalu ketat untuk bisa diumumkan pemenangnya (too close to call). Tapi di dua negara bagian itu, kandidat-kandidat Demokrat memimpin tipis perhitungan suara.