Nasional

Pemerintah perkuat investasi demi lapangan kerja berkualitas

Pemerintah perkuat investasi demi lapangan kerja berkualitas

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah memperkuat investasi dan hilirisasi untuk menciptakan lapangan kerja berkualitas, meningkatkan nilai tambah industri, serta memperluas kesempatan kerja masyarakat di berbagai daerah melalui transformasi ekonomi nasional.

Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo mengatakan pemerintah terus memperkuat investasi sebagai instrumen utama transformasi ekonomi guna memperluas basis industri nasional, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan lapangan kerja berkualitas bagi masyarakat.

"Investasi dan hilirisasi diharapkan terus memperkuat basis industri, meningkatkan nilai tambah di dalam negeri, serta membuka kesempatan kerja di berbagai daerah," kata Dradjad pada program CNBC Indonesia Power Lunch dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu.

Menurut dia, perubahan struktur ekonomi perlu direspons melalui penciptaan pekerjaan yang mampu memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

Ia menyebutkan dalam dua tahun pemerintahan, realisasi investasi mencapai Rp3.923,2 triliun dan berhasil menyerap sekitar 5,49 juta tenaga kerja di berbagai wilayah Indonesia.

Penyerapan tenaga kerja dari investasi tersebut juga menunjukkan pemerataan karena sekitar 51,8 persen berada di luar Pulau Jawa sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Dia menambahkan perubahan struktur ekonomi perlu diimbangi dengan peningkatan keterampilan tenaga kerja agar masyarakat dapat mengakses peluang kerja yang berkembang.

Untuk itu, pemerintah menyiapkan program magang bagi 150 ribu peserta dan pendidikan vokasi hingga 300 ribu peserta pada 2027.

Pemerintah juga memberikan dukungan melalui kebijakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 Ditanggung Pemerintah (DTP) bagi pekerja dengan gaji di bawah Rp10 juta yang akan diperluas ke seluruh sektor pada 2027, serta diskon 50 persen iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).

Berbagai langkah tersebut diharapkan membantu masyarakat menghadapi perubahan kebutuhan dunia kerja sekaligus menjaga daya beli rumah tangga.

Selain industri dan hilirisasi, sektor pariwisata dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi sumber lapangan kerja formal baru. Namun, pengembangannya perlu didukung peningkatan keterampilan, inovasi, serta penciptaan produk wisata yang memiliki daya tarik dan karakter tersendiri.

Pengalaman sejumlah destinasi yang dikembangkan melalui desain kreatif, pengemasan produk, dan promosi menunjukkan daya tarik pariwisata tidak hanya bergantung pada kekayaan alam, tetapi juga kemampuan menghadirkan pengalaman yang berbeda bagi pengunjung.

"Penguatan sektor ini juga dapat membuka peluang bagi tenaga kerja dan pelaku ekonomi kreatif," katanya.