Banyuwangi (ANTARA) - Pemerintah Selangor, Malaysia menjajaki peluang kerja sama di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, salah satunya keberhasilan Banyuwangi mengembangkan padi biofortifikasi dengan pendekatan pertanian rendah emisi.
Delegasi yang dipimpin Exco Pertanian Negeri Selangor, Malaysia, Datuk Izham bin Hashim mengaku tertarik mempelajari sistem pertanian Banyuwangi yang mampu meningkatkan produktivitas dan produksi padi.
"Kami ke Banyuwangi untuk melihat sektor pertanian, terutama pembangunan dan pengelolaan sawah padi di sini, dan kami mendapat informasi di sini bisa dilakukan penanaman padi hingga tiga sampai empat kali dalam setahun. Ini sangat menarik untuk kami pelajari," ujarnya dalam kunjungannya di Pendopo Kabupaten Banyuwangi, Sabtu.
Menurut dia, Selangor memiliki areal persawahan sekitar 18.000 hektare, dan ia ingin melihat teknik dan metode yang bisa dipelajari dari Banyuwangi, untuk membantu pengembangan persawahan di Selangor, dan bekerjasama dengan Banyuwangi.
Selama kunjungannya di Banyuwangi, delegasi Selangor akan mempelajari penerapan pertanian rendah emisi di Banyuwangi, mulai dari pengelolaan lahan sawah, penggunaan pupuk, pemilihan benih, hingga manajemen budidaya yang diterapkan petani.
Selain pertanian, Datuk Izham juga melihat peluang kolaborasi dalam sejumlah sektor lain, seperti pariwisata, ekowisata, peternakan dan perdagangan.
"Kami melihat banyak sekali potensi yang bisa dieksplorasi di Banyuwangi, awalnya fokus kami pada pertanian, tetapi setelah melihat berbagai hal di sini, ternyata ada banyak bidang lain yang bisa dikembangkan bersama," kata dia.
Sementara Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono yang menerima kunjungan delegasi Selangor, Malaysia itu mengatakan, pertemuan ini dapat menjadi ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman untuk meningkatkan produktivitas pertanian kedua wilayah.
"Mari kita saling belajar, teknologi pertanian apa yang sekiranya bisa kami terapkan di masing-masing negara. Kami juga berharap pertemuan ini bisa memberikan insight baru yang mendukung pengembangan Banyuwangi, utamanya di sektor pertanian," kata Wabup Mujiono.
Dalam pertemuan tersebut, turut dihadiri perwakilan organisasi petani nasional Malaysia, National Farmers Organization (NAFAS), CEO Pandawa Agri Indonesia Kukuh Roxa Putra.