Bojonegoro (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur menerima penghargaan dibidang kesehatan dari Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia (Adinkes) dalam penanganan penyakit menular di wilayah setempat.
Penghargaan Adinkes tersebut dalam rangka Percepatan Penanggulangan dan Pengendalian AIDS, Tuberkulosis (TBC), dan Malaria (PP ATM) Award 2026 sebagai bentuk apresiasi kepada kepala daerah, lembaga dan perusahaan yang dinilai memiliki komitmen serta kontribusi nyata dalam mendukung program pengendalian ketiga penyakit tersebut.
"Penghargaan ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat," kata Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, Rabu.
Wahono menyampaikan bahwa penghargaan bukanlah tujuan utama, melainkan pengingat bahwa penanggulangan AIDS, TBC dan malaria membutuhkan komitmen bersama serta kerja nyata yang berkelanjutan.
Supaya masyarakat Bojonegoro mendapatkan pelayanan kesehatan yang semakin baik, memperoleh akses pengobatan dan mendapatkan pendampingan yang dibutuhkan. Termasuk sinergi antara pemerintah daerah, BAZNAS, dunia usaha, pemerintah desa, tenaga kesehatan dan masyarakat semakin kuat.
"Adanya kolaborasi tersebut, upaya pencegahan, penemuan kasus, pengobatan, hingga pendampingan masyarakat dapat berjalan lebih optimal," jelasnya.
Ditambahkan, dalam proses penilaian PP ATM Award 2026, terdapat sejumlah indikator yang menjadi perhatian, meliputi ketersediaan dan keberpihakan anggaran, dukungan mitra pembangunan, integrasi program dalam dokumen perencanaan daerah, keterlibatan pemerintah desa, serta komitmen kepala daerah melalui kebijakan, regulasi dan koordinasi lintas sektor.
"Komitmen tersebut diwujudkan melalui dukungan anggaran, pembentukan Tim Percepatan Penanggulangan TBC (TP2TB), penyusunan rencana aksi daerah dan penerbitan surat edaran terkait pemanfaatan dana desa," katanya.