Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Seribu melalui Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (Sudin PPAPP) memperkuat peran kader dan pengelola Ruang Publik Terbuka Ramah Anak (RPTRA) untuk mencegah penyakit stunting.
Penguatan peran tersebut dilakukan melalui pelatihan dan edukasi terkait pencegahan penyakit gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi itu atau stunting.
“Pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi serta menyamakan persepsi tenaga lapangan dalam menjalankan pendampingan keluarga berisiko stunting,” kata Kepala Sudin PPAPP Kepulauan Seribu Simon Baginda Pardomuan Panjaitan di Jakarta, Rabu.
Menurut dia, melalui penguatan kapasitas itu, para kader diharapkan makin terampil dalam melakukan deteksi dini, edukasi pemenuhan gizi, dan intervensi keluarga secara terpadu di lapangan.
Simon mengatakan peningkatan kapasitas tenaga lini lapangan merupakan bagian penting dalam mendukung upaya percepatan penurunan stunting.
Dia menyebutkan kader memiliki peran strategis dalam memberikan pendampingan dan menyampaikan informasi kesehatan.
“Serta mendorong penerapan pola hidup sehat di lingkungan keluarga," ujar Simon.
Dia menuturkan sebanyak 30 orang yang terdiri dari kader dan pengelola RPTRA mengikuti kegiatan Peningkatan Kapasitas Pencegahan Stunting Semester II Tahun 2026 di Ruang Pola Kantor Kelurahan Pulau Panggang, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, Kepulauan Seribu.
Para peserta itu berasal dari berbagai unsur, yakni kader Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Dasawisma, Posyandu, kader Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat), serta pengelola RPTRA.
“Kegiatan ini didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Bantuan Operasional Keluarga Berencana (BOKB) Tahun 2026, dan pelaksanaannya dilakukan secara bergiliran di enam kelurahan di wilayah Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu,” tutur Simon.
Sementara itu, Lurah Pulau Panggang Jamaluddin mengungkapkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader merupakan langkah strategis untuk mendukung percepatan penurunan angka stunting, khususnya di wilayah kepulauan.
"Kader merupakan ujung tombak sosialisasi. Pengetahuan mengenai kesehatan dan gizi yang didapat hari ini harus langsung ditransfer kepada warga, khususnya bagi keluarga sasaran," pungkas Jamaluddin.