Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota melalui Suku Dinas Pertamanan dan Hutan (Tamhut) Kota Jakarta Utara menata kolong Tol Jalan Yos Sudarso, tepatnya di depan Halte Transjakarta Plumpang seluas 4.700 meter persegi menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH).
Penataan itu diharapkan mampu memperindah wajah kota sekaligus menghadirkan ruang publik yang lebih nyaman bagi masyarakat.
“Penataan dilakukan pada kedua sisi jalan dengan mengusung konsep penghijauan yang dipadukan dengan fasilitas penunjang,” kata Kepala Suku Dinas Tamhut Kota Kota Administrasi Jakarta Utara, Reina Camelia, di Jakarta, Rabu.
Kawasan yang sebelumnya terkesan gelap dan minim vegetasi akan ditransformasikan menjadi area yang lebih hijau, terang, dan tertata.
Program tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mengoptimalkan pemanfaatan ruang publik, sekaligus memperkuat penataan lingkungan perkotaan menjelang peringatan lima abad Kota Jakarta pada 2027.
Menurut dia kawasan di bawah jalan tol memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi ruang yang tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat.
“Kami ingin menghijaukan koridor Jalan Yos Sudarso dari ujung ke ujung. Ruang-ruang kosong di bawah kolong tol akan dioptimalkan agar memiliki nilai estetika sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata dia.
Ia menambahkan, pemerataan penghijauan menjadi perhatian agar masyarakat Jakarta Utara juga dapat menikmati ruang publik hijau yang representatif.
Menurut dia penataan tidak hanya berorientasi pada keindahan kawasan, tetapi juga memperhatikan kenyamanan serta keberlanjutan pemeliharaannya.
Setelah seluruh pekerjaan rampung, Sudin Tamhut Kota Jakarta Utara akan menyiagakan petugas untuk melakukan pemeliharaan dan pengawasan secara berkala.
“Langkah tersebut dilakukan guna memastikan kawasan tetap bersih, terawat, serta aman dan nyaman bagi masyarakat,” kata dia.
Sementara itu, Kepala Seksi Jalur Hijau dan Pemakaman Sudin Tamhut Kota Kota Jakarta Utara, Duani Harrie Sibuea menjelaskan penataan kawasan seluas sekitar 4.700 meter persegi mencakup taman vertikal, penambahan dan penataan vegetasi, pedestrian, bangku taman, hingga pemasangan pencahayaan.
Menurut dia kombinasi berbagai elemen tersebut dirancang untuk mengubah fungsi kawasan yang sebelumnya kurang tertata menjadi ruang yang lebih menarik dan memiliki kualitas lingkungan lebih baik.
“Konsep penataan mencakup pembangunan taman vertikal, penambahan dan penataan vegetasi, pedestrian, bangku taman, serta pencahayaan. Dengan begitu, kawasan yang sebelumnya gelap dapat menjadi lebih hijau, terang, dan nyaman,” jelasnya.
Ia mengungkapkan pengerjaan telah dimulai sejak September 2026 melalui pihak ketiga, PT Sekar Hati Jaya Maju, dengan target penyelesaian pada Desember 2026 dan sudah dapat dimanfaatkan di awal 2027.
Selain di kolong Tol Plumpang, Sudin Tamhut Kota Kota Administrasi Jakarta Utara juga terus memperluas upaya penghijauan di sejumlah titik lainnya. Salah satunya melalui penanaman pohon tabebuya di Jalan Enggano yang diharapkan dapat menambah tutupan vegetasi sekaligus mempercantik lanskap perkotaan.