Studi kelayakan untuk jalur Lebak Bulus-Serpong sudah hampir selesai. Sekarang kami mendorong percepatan untuk koridor Tomang-Balaraja agar bisa segera ditindaklanjuti oleh pemerintah pusat
Kabupaten Tangerang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mendorong percepatan pelaksanaan studi kelayakan (feasibility study) jalur Mass Rapid Transit (MRT) dan Lintasan Rel Terpadu (LRT) Tomang - Balaraja dan Lebak Bulus - Serpong untuk memperkuat konektivitas moda transportasi massal antara DKI Jakarta-Banten.
"Studi kelayakan untuk jalur Lebak Bulus-Serpong sudah hampir selesai. Sekarang kami mendorong percepatan untuk koridor Tomang-Balaraja agar bisa segera ditindaklanjuti oleh pemerintah pusat," kata Gubernur Banten Andra Soni di Tangerang, Jumat.
Ia mengungkapkan peningkatan konektivitas moda transportasi massal di daerah algomerasi ini merupakan langkah prioritas. Pasalnya, wilayah Provinsi Banten khususnya di Kota Tangerang hingga Kabupaten Tangerang memiliki tingkat pertumbuhan penduduk dengan mobilitas harian yang sangat tinggi.
"Nanti itu semua pasti saya, Pak Bupati, Wali Kota, bersama Gubernur DKI Jakarta akan terus berkolaborasi," ucapnya.
Ia mengatakan guna merealisasikan integrasi konektivitas antar regional tersebut, Pemprov Banten terus menjalin sinergi dan kolaborasi intensif bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta serta pemerintah daerah setempat.
Andra menambahkan, pihaknya dan pemerintah kabupaten/kota di Banten yang terdampak atas kehadiran MRT ini akan menyiapkan feeder atau transportasi pengumpan antar stasiun seperti bus rapid transit (BRT).
"Kami berharap feasibility study tentang MRT atau LRT jalur Tomang–Balaraja itu bisa segera selesai dan bisa segera ditindaklanjuti oleh pemerintah pusat," kata dia
Dalam hal ini, Andra mengapresiasi dukungan kementerian teknis dalam mengurai kemacetan lalu lintas di kawasan strategis, salah satunya melalui penuntasan proyek underpass Bitung yang kini telah mencapai progres pembangunan fisik 70 persen.
Penataan jalan pengumpan (feeder) dan optimalisasi konektivitas jalan regional di sekitar Bitung juga terus diselaraskan antara Pemprov Banten dan Pemerintah Kabupaten Tangerang agar penyelesaian titik kemacetan dapat berjalan optimal.
"Ini merupakan upaya untuk mengurangi kemacetan yang hampir stuck (kejenuhan lalu lintas tinggi), yang diperkirakan dengan adanya underpass ini indeks kemacetan akan berkurang signifikan hingga setengahnya. Tentunya konektivitas jaringan jalan pengumpannya juga terus kami rapikan," pungkasnya.