Nasional

Pemprov Sulut: Ketahanan Pangan Daerah Tanggung Jawab Bersama

Pemprov Sulut: Ketahanan Pangan Daerah Tanggung Jawab Bersama

REPUBLIKA.CO.ID, MANADO, – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menegaskan bahwa upaya menjaga ketahanan pangan di daerah merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan keterlibatan seluruh elemen secara terpadu. Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setdaprov Sulawesi Utara, Jimmy Ringkuangan, menyampaikan hal ini di Manado, Minggu.

"Pembangunan ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen secara terpadu, konsisten, dan berkelanjutan," ujar Jimmy. Ia menjelaskan pemerintah provinsi telah menyiapkan sejumlah strategi untuk memperkuat sektor pangan di Bumi Nyiur Melambai.

Strategi Penguatan Pangan Lokal

Strategi pertama yang dijalankan adalah optimalisasi potensi pangan lokal Sulut sebagai kekuatan utama menuju kemandirian pangan. Pemerintah daerah juga terus mendorong pemanfaatan inovasi dan teknologi dalam proses produksi, pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi pangan.

Di samping itu, pengawasan terhadap keamanan dan mutu pangan terus diperkuat. Langkah ini bertujuan memastikan masyarakat mendapatkan bahan pangan yang aman dan layak dikonsumsi.

Pemerintah juga aktif mendorong diversifikasi konsumsi pangan untuk meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat. Tak hanya itu, koordinasi pengendalian inflasi pangan diperkuat melalui jaminan ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan stabilitas harga.

Kolaborasi Multipihak

Jimmy menekankan pentingnya meningkatkan kolaborasi antarpemangku kepentingan. Pihak-pihak yang terlibat mencakup pemerintah, Bank Indonesia, Bulog, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Satgas Pangan, dunia usaha, akademisi, hingga masyarakat.

"Pentingnya meningkatkan kolaborasi antarpemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, Bank Indonesia, Bulog, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Satgas Pangan, dunia usaha, akademisi, hingga masyarakat," katanya menambahkan.

Jimmy berharap, kolaborasi seluruh pihak dapat terus berlanjut. Dengan demikian, upaya membangun sistem pangan daerah dapat berjalan semakin mandiri, tangguh, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara