Nasional

Polda Jateng Jamin Proyektil di Tubuh Bocah Kendal Bukan dari Senjata Organik Polri

Polda Jateng Jamin Proyektil di Tubuh Bocah Kendal Bukan dari Senjata Organik Polri

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Yuliyanto mengungkapkan, proyektil yang menembus tubuh MTA memiliki diameter sekitar 4,5 milimeter. Dia menyebut, proyektil dari senjata api tidak sekecil itu.

“Kalau senjata api organik, jenis proyektilnya tidak sekecil itu. Senjata organik, senjata api organik Polri, itu besaran proyektilnya tidak sekecil itu, pasti lebih besar,” ucap Yuliyanto saat diwawancara di Mapolda Jateng, Kota Semarang, Sabtu (7/11/2026).

Dia menambahkan, proyektil yang ditemukan pada tubuh MTA juga utuh, bukan pecahan. Yuliyanto enggan menyebut objek tersebut sebagai peluru.

“Kami mengatakan itu adalah logam, logam bentuknya bulat seperti itu, lonjong, diameternya kurang lebih 4,5 milimeter,” ujarnya.

Soal dari mana objek tersebut dilontarkan atau ditembakkan, Yuliyanto mengatakan hal itu harus menunggu hasil pengujian Bidlabfor Polda Jateng. “Apakah ini jenis peluru senapan angin atau apa, ini harus diperiksa di laboratorium forensik. Hasilnya belum ada,” kata dia.

Yulianto pun menyinggung TKP tempat MTA tertembak proyektil, yakni di lapangan kompleks Mako Brimob Batalyon A Pelopor, Kecamatan Kaliwungu, Kendal. “Tempat itu tempat terbuka, siapapun bisa masuk ke situ karena sedang ada event pasar malam. Jadi banyak orang yang menyaksikan, sehingga barang itu dilontarkan dari pelontar jenis apa kita belum tahu,” ucapnya.

Kapolres Kendal AKBP Ratna Quratul Ainy mengungkapkan, MTA telah menjalani operasi di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang. Dari operasi tersebut, ditemukan benda logam berwarna silver berdiameter sekitar 4,5 milimeter dan panjang sekitar 6-7 milimeter.

Ratna menerangkan, MTA tiba-tiba mengalami luka pada lengan sebelah kanan dekat ketiak saat bermain di pasar malam yang digelar di lapangan kompleks Mako Brimob Batalyon A Pelopor, Kecamatan Kaliwungu, Kendal, pada Senin (2/11/2026). MTA ke sana bersama saudara sebayanya.

Saat hendak pulang, MTA merasakan sakit pada bagian dekat punggung. Ketika diperiksa, ternyata darah telah mengucur. MTA kemudian dibawa ke pos jaga. Setelah dicek, MTA memang benar mengalami luka.

MTA selanjutnya dilarikan ke Rumah Sakit Muhammadiyah Darul Istiqomah (RSDI). Setelah diperiksa, termasuk rontgen, pihak RSDI merekomendasikan agar MTA dirujuk ke Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang. 

MTA akhirnya menjalani operasi pengangkatan objek asing yang bersarang di tubuhnya pada Rabu (4/11/2026). “Setelah diangkat ternyata ada benda logam berwarna silver. Diameternya kurang lebih 4,5 milimeter,” ungkap AKBP Ratna ketika diwawancara, Jumat (6/11/2026).