Jakarta (ANTARA) - Polda Metro Jaya menggelar pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga Kampung Boncos, Kota Bambu Selatan, Palmerah, Jakarta Barat, Rabu, sebagai bagian dari upaya penataan pascapenggerebekan masif narkoba di kawasan tersebut.
Kabid Dokkes Polda Metro Jaya Kombes Pol. Fauzan Zulkarnaen mengatakan upaya penumpasan narkoba tidak bisa berhenti hanya pada sektor pidana, tetapi juga harus menyentuh ranah sosial.
"Seperti yang Pak Kapolda sampaikan, tidak cukup hanya menumpas saja. Kita harus memikirkan apa sih kira-kira yang dibutuhkan oleh masyarakat. Salah satunya ya pelayanan publik, memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di sini," kata Fauzan kepada wartawan di Kampung Boncos, Rabu.
Fauzan menjelaskan pemeriksaan kesehatan meliputi pemeriksaan Tanda-Tanda Vital (TTV), seperti tekanan darah, denyut nadi, pernafasan serta suhu tubuh.
Kemudian, pemeriksaan laboratorium sederhana juga dilakukan, seperti cek kadar gula darah, asam urat, kolesterol dan pemeriksaan hemoglobin (Hb).
"Selain pemeriksaan kesehatan, petugas kita juga menyediakan obat-obatan bagi yang membutuhkan obat. Kami juga melaksanakan khitanan untuk anak-anak. Sudah berlangsung tadi," kata Fauzan.
Bagi warga yang tidak sempat mengunjungi posko pemeriksaan kesehatan, petugas Dokkes akan mengunjungi rumah warga untuk melakukan asesmen dan pengobatan.
"Kalau warganya bisa hadir ke sini, datang ke sini. Tapi kalau yang sakitnya cukup berat, enggak bisa hadir, nanti kita yang datang ke rumah," ujar Fauzan.
Polda Metro Jaya memetakan kebutuhan masyarakat Kampung Boncos, Palmerah, Jakarta Barat, sebagai basis penataan pasca penggerebekan masif narkoba di kawasan tersebut, Rabu.
Wakapolda Metro Jaya Irjen Pol Adex Yudiswan mengatakan kegiatan itu dilakukan bersama petugas gabungan dari TNI hingga unsur pemerintah setempat.
"Mengidentifikasi harapan dan kebutuhan riil masyarakat sehari-hari. Kalau mereka butuh pekerjaan, kita identifikasi, dalam satu rumah, berapa orang yang sudah kerja dan berapa yang belum? Apakah mereka sudah mempunyai kompetensi?" ujar Adex kepada wartawan di lokasi, Rabu.
Berdasarkan hasil pemetaan tersebut, Polda Metro Jaya akan mengundang Balai Latihan Kerja (BLK) untuk membuat pelatihan kepada warga setempat.
"Untuk ibu-ibu, mereka mempunyai potensi sebagai penunjang keluarga. Kita identifikasi kompetensi mereka, apakah memasak atau menjahit? Nanti kita akan fasilitasi penjualan produknya. Kita berkoordinasi dengan pemerintah daerah," tuturnya.
Menurut Adex, metode "door to door" yang diterapkan bertujuan untuk mengetahui kondisi riil kebutuhan masyarakat Kampung Boncos, termasuk aparatur setempat.
Selain itu, metode itu juga diterapkan untuk mengidentifikasi masalah mendasar yang dihadapi masyarakat Kampung Boncos terkait peredaran serta penyalahgunaan narkoba, sehingga pemberantasan obat terlarang itu berdampak permanen.