Nasional

Polres Malang siagakan 800 personel hadapi bencana hidrometeorologi

Polres Malang siagakan 800 personel hadapi bencana hidrometeorologi

Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Kepolisian Resor Malang menyiagakan 800 personel untuk mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi di wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur, seiring meningkatnya kejadian tanah longsor dan angin kencang.

Kepala Polres Malang AKBP Rulian Syauri di Kabupaten Malang, Sabtu, mengatakan ratusan personel tersebut dibagi ke dalam empat rayon atau wilayah, yakni utara, selatan, barat, dan timur, untuk mempercepat penanganan bencana.

"Sebanyak 800 personel Polres Malang disiapkan dengan sistem rayonisasi agar penanganan bencana dapat dilakukan lebih cepat dengan mengerahkan petugas terdekat dari lokasi kejadian," kata Rulian.

Penyiagaan personel tersebut merupakan tindak lanjut dari sejumlah kejadian tanah longsor dan angin kencang yang melanda wilayah setempat saat hujan beberapa waktu lalu.

Rulian meminta jajarannya meningkatkan patroli di lokasi rawan bencana sekaligus memantau perkembangan cuaca di seluruh wilayah Kabupaten Malang.

Ia juga mengingatkan personel agar memperkuat koordinasi dengan pemerintah desa untuk menyiapkan jalur evakuasi dan lokasi pengungsian.

"Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat yang berada di wilayah rawan dapat segera mendapatkan bantuan dan perlindungan apabila terjadi bencana," ujarnya.

Rulian menjelaskan kondisi geografis Kabupaten Malang yang terdiri atas kawasan pegunungan, perbukitan, dataran rendah, hingga pesisir memiliki beragam potensi kerawanan bencana.

"Beberapa titik sudah terjadi longsor. Angin kencang juga menyebabkan sejumlah rumah dan sekolah mengalami kerusakan," katanya.

Selain personel, Polres Malang juga memastikan kesiapan sarana dan prasarana penanggulangan bencana, meliputi perahu karet, kendaraan operasional, perlengkapan pencarian dan pertolongan, alat komunikasi, peralatan medis, serta logistik untuk disalurkan ke daerah terdampak.

Sementara itu, Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib mengatakan penanganan bencana membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan bersama masyarakat.

Ia berharap kesiapan personel dan peralatan tersebut dapat mempercepat penanganan di lapangan sehingga dampak bencana dapat diminimalkan.

"Dengan kesiapan seperti ini, kami berharap penanganan bencana tidak membutuhkan waktu lama," kata Lathifah.