Jakarta (ANTARA) - Polri meluncurkan aplikasi Interpol Global Hit Alert System (I-GHAS 24/7), di Jakarta, Kamis, guna memperkuat pengawasan buronan internasional dan pelaku kejahatan lintas negara di wilayah perbatasan atau pintu masuk Indonesia.
Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto mengatakan aplikasi tersebut merupakan terobosan kolaboratif Polri dengan Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi untuk mempercepat pertukaran informasi antara petugas imigrasi dan Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri.
“Tentunya, itu untuk memperkuat pengawasan buronan internasional dan juga pelaku lintas negara di pintu perlintasan Indonesia," katanya dalam keterangan tertulis.
Suyudi menjelaskan, aplikasi tersebut menghubungkan petugas imigrasi dengan Divhubinter Polri melalui jaringan Interpol yang menjangkau 196 negara.
Melalui sistem tersebut, kecocokan data buronan dapat segera diverifikasi dan dikoordinasikan penanganannya.
Langkah itu menjadi bagian dari komitmen Polri menjaga keamanan dan kedaulatan negara dari ancaman kejahatan lintas negara.
“Tentunya hal itu perlu kami perkuat dengan teknologi yang senantiasa lebih cepat, lebih tepat untuk identifikasi dan kecepatan dalam penanganannya,” katanya.
Ke depan, ujar Suyudi, aplikasi I-GHAS 24/7 direncanakan dikembangkan melalui pemanfaatan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) dan integrasi data biometrik pada 2027. Dia pun meminta seluruh jajaran memastikan kesiapan personel dan keandalan sistem.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal (Dirjen) Imigrasi Hendarsam Marantoko mengapresiasi inisiatif Divhubinter Polri atas peluncuran aplikasi tersebut.
Menurutnya, integrasi data dan komunikasi digital menjadi kebutuhan dalam menghadapi tantangan pengawasan perbatasan.
“Bagaimana sebenarnya kolaborasi komunikasi yang telah terjalin, terutama di daerah-daerah perlintasan, akan terhubung melalui suatu sistem yang benar-benar lebih tepat, lebih cepat, lebih akurat," katanya.
Dia berharap peluncuran aplikasi itu menjadi awal dari penguatan kerja sama yang lebih luas antara Ditjen Imigrasi dan Polri dalam menjaga kedaulatan serta keamanan negara.
"Komitmen kami bersama, bagaimana kita mempunyai doktrin yang sama, berorientasi yang sama: Imigrasi untuk rakyat, polisi untuk masyarakat," ujarnya.