Setelah selesainya revitalisasi Galeri Nasional dan Museum Gajah, Bapak Presiden ingin Indonesia memiliki museum berskala besar yang menjadi pusat sejarah, pendidikan, hiburan, dan rekreasi, khususnya bagi para pelajar dan generasi muda
Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto menginginkan pembangunan Museum Agung Nasional (Grand National Museum) di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, sebagai pusat sejarah, pendidikan, hiburan, dan rekreasi bagi masyarakat.
"Setelah selesainya revitalisasi Galeri Nasional dan Museum Gajah, Bapak Presiden ingin Indonesia memiliki museum berskala besar yang menjadi pusat sejarah, pendidikan, hiburan, dan rekreasi, khususnya bagi para pelajar dan generasi muda," kata Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya di Jakarta, Kamis malam.
Pembangunan itu merupakan kelanjutan setelah rampungnya revitalisasi Galeri Nasional di Jalan Medan Merdeka Timur, dan Museum Nasional Indonesia/Museum Gajah di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.
Teddy mengatakan arahan tersebut disampaikan Presiden Prabowo kepada Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis.
Rapat tersebut juga dihadiri Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin. Selain pembangunan Museum Agung Nasional, pertemuan itu membahas revitalisasi kawasan Monas dan Stasiun Gambir serta pembangunan jaringan rel kereta api di Pulau Bali.
Menurut Teddy, pembangunan museum dan revitalisasi kawasan Monas bertujuan menjadikan kawasan tersebut lebih nyaman dan indah, sekaligus memperkuat nilai sejarah dan edukasi bagi masyarakat yang berkunjung.
Presiden juga menginginkan peningkatan fasilitas publik melalui program revitalisasi tidak hanya menghasilkan layanan yang lebih baik, tetapi juga menjadi kebanggaan nasional.
"Bapak Presiden berkeinginan agar revitalisasi kawasan Monas, Stasiun Gambir, dan pembangunan Grand Museum, serta pengembangan layanan kereta api di Bali tidak hanya menghadirkan fasilitas publik yang lebih baik, tetapi juga menjadi kebanggaan nasional," ujar Teddy.