Nasional

Produk "nonwoven" Sidoarjo tembus pasar Polandia

Produk "nonwoven" Sidoarjo tembus pasar Polandia

Surabaya, Jawa Timur (ANTARA) - Produk manufaktur berbahan kain bukan tenun atau nonwoven PT Multi Spunindo Jaya Tbk (MSJA) mulai menembus pasar Polandia seiring upaya industri nasional memperluas pasar ekspor dan menjaga daya saing di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Ekspansi pasar tersebut turut mendorong kinerja perusahaan asal Sidoarjo, Jawa Timur, ini mencatat pertumbuhan penjualan sekitar 18 persen sepanjang Januari-September 2026 dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

"Peningkatan penjualan tersebut mencerminkan semakin luasnya penerimaan pasar terhadap produk nonwoven buatan dalam negeri, baik untuk kebutuhan industri maupun produk higienis," kata Corporate Secretary PT Multi Spunindo Jaya Tbk Kent Handi Kurniawan di Surabaya, Rabu.

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan yang dipublikasikan melalui Bursa Efek Indonesia (BEI), penjualan bersih MSJA mencapai 55,98 juta dolar AS pada Januari-September 2026, meningkat dibandingkan periode sama 2025 sebesar 47,45 juta dolar AS.

Saat ini, sekitar 75 persen penjualan perusahaan masih diserap pasar domestik, sedangkan 24,7 persen berasal dari pasar ekspor dan sisanya melalui penjualan langsung kepada relasi perusahaan.

Untuk segmen industri, produk MSJA telah dipasarkan ke sejumlah negara, antara lain Jepang, Australia, China, Malaysia, Selandia Baru, dan Amerika Serikat, serta mulai memasuki pasar Polandia pada tahun ini.

Kent menjelaskan peningkatan permintaan dari Amerika Serikat, China, dan Selandia Baru turut mendorong pertumbuhan penjualan segmen industri di pasar ekspor, sementara di dalam negeri permintaan meningkat seiring bertambahnya aplikasi baru yang menggunakan produk perusahaan.

Perusahaan juga memperoleh pelanggan baru dari perusahaan multinasional asal Swedia yang memiliki jaringan usaha di Malaysia, sehingga membuka peluang perluasan penggunaan produk MSJA ke pasar negara lain melalui jaringan perusahaan tersebut.

Sementara itu, untuk segmen higienis yang mencakup kebutuhan perawatan diri dan medis, peningkatan pesanan berasal dari pasar domestik maupun sejumlah negara seperti Thailand, Irlandia, Malaysia, Jepang, dan Vietnam.

Meski mencatat pertumbuhan penjualan, MSJA menghadapi tekanan terhadap laba bersih akibat kondisi ekonomi makro, terutama pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Hingga September 2026, laba bersih tahun berjalan perusahaan tercatat sebesar 3,33 juta dolar AS, lebih rendah dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar 3,53 juta dolar AS.