JAKARTA — Ekosistem mangrove di kawasan Tanjung Benoa, Kabupaten Badung, Bali, mendapat tambahan bibit melalui kegiatan penanaman yang berlangsung pada 4-5 November 2026. Penanaman ini dilakukan untuk mendukung rehabilitasi kawasan pesisir yang memiliki peran penting dalam menjaga habitat biota dan melindungi wilayah pantai.
Kegiatan tersebut dilaksanakan PT Triputra Agro Persada Tbk (TAP) melalui program TAP Untuk Negeri Sustainability Action. Jajaran manajemen dan karyawan perusahaan terlibat langsung dalam penanaman mangrove di kawasan tersebut.
Vice President Director TAP Budiarto Abadi mengatakan, penanaman mangrove merupakan bagian dari kontribusi perusahaan terhadap pemulihan ekosistem pesisir. Menurut dia, upaya menjaga lingkungan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak dan tidak dapat hanya mengandalkan satu kelompok.
“Kami mendapat informasi bahwa pada 2019 banyak tanaman mangrove di kawasan ini yang mati akibat permasalahan lingkungan. Padahal selain manfaat yang selama ini umum kita ketahui, mangrove ini bisa diolah menjadi berbagai bahan makanan dan minuman. Wawasan mengenai hal ini, perlu disebarkan lebih luas ke generasi muda. Karena itu, kami ingin ikut terlibat langsung dalam upaya rehabilitasinya,” kata Budiarto dalam keterangannya, Sabtu (7/11/2026).
Mangrove memiliki sejumlah fungsi ekologis bagi kawasan pesisir. Vegetasi ini membantu meredam energi gelombang, menahan sedimen, serta menyediakan habitat bagi berbagai jenis biota. Keberadaannya juga mendukung keseimbangan ekosistem yang menopang kehidupan masyarakat pesisir.
Kegiatan penanaman tersebut sekaligus memberi kesempatan kepada karyawan untuk melihat langsung proses pemulihan lingkungan. Perusahaan menilai keterlibatan di lapangan dapat meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya menjaga ekosistem dan proses pemulihan alam yang membutuhkan waktu.
Namun, rehabilitasi mangrove tidak selesai dengan penanaman bibit. Pemeliharaan dan pemantauan diperlukan untuk memastikan tanaman dapat bertahan hidup dan tumbuh sesuai kondisi lingkungannya. Keberhasilan rehabilitasi tidak hanya diukur dari jumlah bibit yang ditanam, tetapi juga dari tingkat kelangsungan hidup tanaman dan dampaknya terhadap ekosistem pesisir.
Melalui program TAP Untuk Negeri, perusahaan menyatakan akan melanjutkan kegiatan yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan. Program tersebut mencakup bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial budaya, infrastruktur, dan lingkungan.