JAKARTA — Pusat Pengelolaan Komplek Kemayoran memperkuat sistem pengamanan kawasan Kemayoran seluas 450 hektare. Penguatan ini dilakukan dengan menambah personel, pos keamanan, kamera pengawas, dan patroli rutin.
Direktur Utama Pusat Pengelolaan Komplek Kemayoran Tedy Robinson mengatakan penguatan pengamanan dilakukan untuk meningkatkan keamanan kawasan. Kawasan tersebut mencakup permukiman, perkantoran, perdagangan, dan ruang publik.
"PPKK menambah personel keamanan dan menambah pos keamanan di seluruh kawasan. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas keamanan kawasan yang menjadi pusat aktivitas hunian, perkantoran, perdagangan, dan ruang publik di Jakarta," kata dia di Jakarta, Kamis (5/11/2026). Pernyataan tersebut disampaikan dalam keterangan resminya.
Jumlah personel pendukung pengamanan meningkat dari 120 orang pada 2025 menjadi 173 orang pada 2026. Dari jumlah tersebut, 166 orang merupakan petugas keamanan yang dibagi dalam tiga peleton dengan sistem kerja bergiliran untuk memastikan pengawasan selama 24 jam.
Pusat Pengelolaan Komplek Kemayoran juga memiliki 19 pos keamanan, termasuk tujuh pos baru yang ditempatkan di sejumlah titik strategis. Selain itu, sebanyak 69 unit CCTV baru dipasang di 26 titik untuk memperluas pemantauan dan mempercepat deteksi potensi gangguan keamanan.
Patroli dilakukan menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat dengan pembagian wilayah pengawasan di Blok A, B, C, dan D. Pola tersebut ditujukan untuk mempercepat respons terhadap gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
"Keamanan merupakan aspek mendasar dalam membangun sebuah kawasan. Kami ingin komplek Kemayoran tidak hanya tumbuh sebagai kawasan hunian, bisnis, perdagangan, dan pusat berbagai aktivitas masyarakat, tetapi juga menjadi lingkungan yang memberikan rasa aman dan nyaman bagi setiap orang. Karena itu, penguatan sistem keamanan menjadi prioritas yang terus kami upayakan melalui peningkatan personel, infrastruktur pengawasan, patroli, serta koordinasi dengan aparat terkait," ujarnya.
Pengamanan kawasan juga melibatkan unsur Forkopimcam/Forkopimko dan aparat terkait melalui pertukaran informasi, deteksi dini, patroli, serta penertiban bersama. Kegiatan tersebut antara lain patroli untuk mengantisipasi balap liar dan penertiban pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial serta pekerja seks komersial bersama Suku Dinas Sosial.
Petugas keamanan Pusat Pengelolaan Komplek Kemayoran juga disiapkan untuk melakukan penanganan awal dalam sejumlah kejadian, seperti pencurian, tawuran, vandalisme, dan begal. Selain itu, petugas memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan dan kejadian kebakaran, termasuk membantu pengaturan lalu lintas serta evakuasi warga sebelum penanganan lebih lanjut oleh instansi berwenang.
Berdasarkan data Divisi Hukum dan Pengamanan Pusat Pengelolaan Komplek Kemayoran, jumlah insiden kriminalitas turun 13,6 persen, dari 22 kejadian pada 2025 menjadi 19 kejadian pada 2026. Sementara itu, jumlah kecelakaan turun 47,5 persen, dari 40 kejadian menjadi 21 kejadian. Penurunan ini menunjukkan efektivitas pengamanan.