PTTbk buka suara mengenai dugaan pengerahan warga dengan imbalan uang Rp50 ribu dalam penyelenggaraan Yogyakarta pada 31 Oktober hingga 1 November 2026.
Perseroan menegaskan tidak pernah menginstruksikan, menginisiasi, maupun mendanai kegiatan tersebut.
Klarifikasi itu disampaikan RANS melalui surat tanggapan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) atas permintaan penjelasan terkait pemberitaan mengenai penyelenggaraan acara tersebut.
Surat bernomor 057/CORSEC/REI/XI/2026 itu ditandatangani Sekretaris Perusahaan RANS, Chintami Maranata Sihombing.
"Terkait dugaan pengerahan warga dengan imbalan Rp50 ribu, Perseroan menegaskan bahwa Perseroan tidak menginstruksikan, menginisiasi, maupun mendanai kegiatan tersebut," tulis Chintami dalam surat tanggapan kepada BEI.
Chintami juga menegaskan RANS tidak memberikan instruksi kepada pihak kepolisian, perangkat kelurahan, perangkat desa, maupun pihak lainnya untuk melakukan pengerahan warga sebagaimana yang disebutkan dalam pemberitaan dan pesan WhatsApp yang beredar.
RANS menyatakan kegiatan tersebut merupakan hiburan gratis yang terbuka untuk masyarakat.
Carnival digelar di Sleman, Yogyakarta, selama dua hari dengan melibatkan musisi, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta komunitas kreatif lokal.
Dalam surat tersebut, Chintami membenarkan sejumlah pengisi acara yang sebelumnya dijadwalkan tampil tidak jadi berpartisipasi dalam RANS Carnival Yogyakarta.
Perseroan menyebut keputusan tersebut diambil oleh masing-masing pihak berdasarkan pertimbangan mereka dalam menyikapi perkembangan situasi menjelang acara. RANS mengaku menghormati keputusan para pengisi acara tersebut.
"Perseroan membenarkan bahwa sejumlah pengisi acara belum dapat berpartisipasi dalam acara RANS Carnival Yogyakarta sebelum pelaksanaan kegiatan berdasarkan pertimbangan masing-masing pihak," tulis Chintami.
Chintami menjelaskan perhatian dan tanggapan publik muncul menjelang acara setelah Raffi Ahmad menghadiri kegiatan peringatan Sumpah Pemuda di Bundaran HI, Jakarta, pada 29 Oktober 2026.
Dalam suratnya, RANS menyebut berdasarkan klarifikasi Polda Metro Jaya selaku penyelenggara kegiatan tersebut, Raffi Ahmad hadir sebagai tamu undangan.
Perkembangan itu turut memengaruhi persiapan RANS Carnival, termasuk perubahan keikutsertaan sejumlah pengisi acara dan penyesuaian partisipasi pelaku usaha.
Perseroan kemudian berkoordinasi dengan pihak terkait dan mengubah susunan pengisi acara serta rangkaian kegiatan. Acara tetap digelar sesuai jadwal, tetapi dengan konsep yang lebih sederhana.
"Sebagai langkah antisipasi, Perseroan menyesuaikan susunan pengisi acara dan rangkaian kegiatan dengan tetap melibatkan musisi lokal, pelaku UMKM, serta komunitas kreatif di Yogyakarta," tulis Chintami.
Dengan penyesuaian tersebut, RANS menyatakan Carnival Yogyakarta tetap terlaksana selama dua hari sebagai hiburan gratis bagi masyarakat sekaligus menyediakan ruang partisipasi dan peluang ekonomi bagi pelaku UMKM serta komunitas kreatif setempat.
Chintami menyatakan RANS masih mengevaluasi dampak penyesuaian acara terhadap pendapatan dan beban penyelenggaraan.
Evaluasi dilakukan melalui penyusunan laporan realisasi keuangan kegiatan, termasuk penghitungan biaya yang telah dikeluarkan maupun yang masih akan ditanggung perseroan.
Meski demikian, berdasarkan penilaian perseroan hingga tanggal surat tanggapan, dinamika penyelenggaraan RANS Carnival Yogyakarta tidak berdampak material terhadap kegiatan operasional, kinerja keuangan, arus kas, maupun kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban keuangannya.
"Perseroan masih mengevaluasi dampak penyesuaian acara terhadap pendapatan dan beban penyelenggaraan, termasuk beban yang telah dan/atau akan ditanggung, melalui penyusunan laporan realisasi keuangan kegiatan," tulis Chintami.
"Meskipun nilainya masih dalam perhitungan, berdasarkan penilaian Perseroan sampai dengan tanggal tanggapan ini, kondisi tersebut tidak berpengaruh material terhadap kegiatan operasional, kinerja keuangan, arus kas, maupun kemampuan Perseroan dalam memenuhi kewajiban keuangannya," lanjutnya.
Untuk mencegah kejadian serupa terulang, RANS berencana memperkuat manajemen risiko dalam penyelenggaraan kegiatan. Langkah tersebut mencakup penyusunan rencana antisipasi jika pengisi acara berubah atau membatalkan keikutsertaan, serta peningkatan koordinasi dengan aparat keamanan dan pemerintah daerah.
Perseroan juga akan meningkatkan pemantauan isu di media massa dan media sosial yang berpotensi memengaruhi pelaksanaan acara. Selain itu, RANS akan memperkuat prosedur persetujuan dan pengawasan terhadap kegiatan promosi, publikasi, pemberian fasilitas, serta aktivitas yang melibatkan masyarakat.
Chintami menambahkan evaluasi terhadap aspek operasional, keamanan, reputasi, hukum, dan keuangan juga akan menjadi dasar perbaikan penyelenggaraan kegiatan berikutnya.