Politik

Sanggar Seni Jadi Tumpuan Regenerasi Budaya Daerah

Sanggar Seni Jadi Tumpuan Regenerasi Budaya Daerah

JAKARTA -- Keberadaan sanggar seni menjadi salah satu penopang pelestarian dan regenerasi kebudayaan Indonesia. Melalui sanggar, generasi muda dapat mengenal tradisi, mempelajari seni daerah, sekaligus mengembangkan kreativitas.

Anggota Komisi X DPR RI Fraksi Partai Golkar, Adela Kanasya Adies, menilai keberlanjutan kebudayaan tidak cukup hanya mengandalkan penyelenggaraan kegiatan berskala besar. Pembinaan yang konsisten melalui sanggar dan komunitas seni di tengah masyarakat juga diperlukan.

Pernyataan tersebut disampaikan Adela dalam kegiatan Semarak Budaya Kementerian Kebudayaan beberapa waktu lalu. Kegiatan itu menghadirkan sejumlah sanggar seni untuk menampilkan karya sekaligus memperkenalkan kekayaan seni budaya kepada masyarakat.

"Sanggar seni bukan sekadar tempat berlatih. Di sinilah proses regenerasi kebudayaan berlangsung. Anak-anak dan generasi muda belajar mengenal identitas budayanya, mengembangkan kreativitas, kemudian membawa kebudayaan itu tetap hidup mengikuti perkembangan zaman,” kata Adela dalam keterangannya, Kamis (5/11/2026).

Menurut Adela, sanggar, komunitas seni, seniman, dan pelaku budaya di daerah membutuhkan ruang yang lebih luas untuk mengembangkan kegiatan. Dukungan tersebut dapat berupa pembinaan, jejaring, kolaborasi, serta kesempatan untuk memperkenalkan karya kepada masyarakat.

“Kita memiliki begitu banyak sanggar dan pelaku seni yang selama bertahun-tahun menjaga kebudayaan dengan penuh dedikasi. Mereka membutuhkan ruang untuk tampil, pembinaan, jejaring, kolaborasi, serta kesempatan agar karya-karyanya semakin dikenal masyarakat,” ujar Adela.

Semarak Budaya menghadirkan lima sanggar seni yang masing-masing menampilkan karya tari. Pertunjukan tersebut mencakup tari tradisional maupun karya pengembangan tradisi, sekaligus menjadi ruang pertemuan antara pelaku seni dan masyarakat, terutama generasi muda.

Adela menilai pengembangan karya berbasis tradisi diperlukan agar kebudayaan tetap relevan dengan perkembangan zaman. "Tradisi harus kita jaga, tetapi pada saat yang sama kita harus memberikan ruang kepada generasi baru untuk mengembangkan kreativitas. Dengan cara itulah budaya akan terus hidup, berkembang, dan tetap dekat dengan masyarakat,” ujarnya.

Selain pertunjukan seni, kegiatan tersebut melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui bazar kuliner, produk lokal, serta hasil usaha kreatif yang memiliki unsur budaya daerah.

Menurut Adela, kegiatan seni dapat membuka peluang ekonomi bagi masyarakat apabila didukung ekosistem yang memadai. Keterlibatan pelaku UMKM dalam kegiatan kebudayaan juga memperlihatkan hubungan antara pelestarian tradisi dan pengembangan ekonomi kreatif.

“Kebudayaan memiliki kekuatan ekonomi yang besar apabila ekosistemnya kita bangun dengan baik. Ketika sebuah kegiatan seni berlangsung, banyak sektor masyarakat ikut bergerak. Karena itu, pelestarian budaya dan pemberdayaan ekonomi kreatif seharusnya berjalan beriringan,” kata Adela.

Keberlanjutan sanggar seni dan komunitas budaya membutuhkan dukungan pembinaan serta akses terhadap ruang ekspresi. Konsistensi dukungan tersebut turut menentukan kemampuan generasi muda untuk mengenal dan mengembangkan warisan budaya daerah.