Jakarta (ANTARA) -
Saraswati Fellowship meluluskan 30 peserta angkatan kedua setelah menyelesaikan program pendampingan kepemimpinan selama tiga bulan untuk memperluas kapasitas dan jejaring perempuan muda Indonesia.
Kelulusan peserta atau fellows tersebut ditandai melalui acara Graduation Batch II di Museum Nasional, Jakarta, Sabtu (7/11). Program yang diinisiasi Rahayu Saraswati Djojohadikusumo di bawah naungan Shandri Foundation itu telah menarik hampir 1.000 pendaftar sejak angkatan pertama hingga kedua.
Inisiator Saraswati Fellowship Rahayu Saraswati Djojohadikusumo mengatakan Indonesia memiliki banyak perempuan berpotensi yang dapat berkontribusi di berbagai bidang, namun, mereka masih membutuhkan dukungan, akses terhadap mentor, serta ruang untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan.
"Perempuan hebat lahir dari support system dan lingkungan yang mendukung pertumbuhannya. Untuk itulah Saraswati Fellowship hadir, yaitu untuk menciptakan kesempatan dan membangun support system tersebut," kata Rahayu dalam siaran pers Saraswati Fellowship yang diterima ANTARA, Minggu.
Pada angkatan kedua, Saraswati Fellowship melibatkan 11 mentor dari delapan sektor dan industri. Pendampingan lintas bidang tersebut diharapkan dapat memperluas perspektif serta meningkatkan kapasitas para peserta.
Rahayu, yang juga menjabat Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, menambahkan bahwa upaya mendorong kesetaraan gender membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk laki-laki, untuk membuka lebih banyak kesempatan bagi perempuan.
Salah satu mentor program tersebut, Retno Marsudi, Menteri Luar Negeri RI periode 2014-2024, mengatakan peningkatan kapasitas perempuan perlu disertai perubahan sistem yang memungkinkan mereka menempati posisi strategis dalam pengambilan keputusan.
"Kita tidak bisa hanya meminta perempuan untuk terus meningkatkan kapasitas dirinya. Kita juga harus mengubah sistem dan membuka lebih banyak ruang bagi perempuan untuk memimpin," ujar Retno, yang juga menjabat Utusan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Isu Air.
Retno mendorong para peserta agar terus mengembangkan diri dan membuka kesempatan bagi perempuan lain ketika mereka telah mencapai posisi kepemimpinan.
Sementara itu, Chair Shandri Foundation Andika Prasetya mengatakan yayasan tersebut berencana menyelenggarakan tiga angkatan Saraswati Fellowship pada 2027 dengan melibatkan lebih banyak mentor.
Selain itu, yayasan akan memperkenalkan Seed Program yang berfokus pada pengembangan investasi dan pemagangan virtual bagi mahasiswa tingkat akhir untuk mempersiapkan mereka memasuki dunia kerja di tengah perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI).
Saraswati Fellowship merupakan program pendampingan kepemimpinan perempuan yang bertujuan mengembangkan karakter, kapasitas, dan jejaring perempuan muda Indonesia sebagai bekal menjadi pemimpin masa depan.