Jakarta, CNBC Indonesia - Laju pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mampu menguat pada kuartal III-2026 menjadi 5,47% secara tahunan, dibanding kuartal II-2026 yang tumbuh 5,29%, diiringi dengan bertumbuhnya seluruh sektor usaha yang menjadi penopang.
Industri pengolahan misalnya, mampu tumbuh 5,87% dengan kontribusi terbesar ke PDB sebesar 19,22%. Lalu, sektor pertanian mampu tumbuh 0,46% dengan kontribusi 13,46%, dan perdagangan 7,14% tumbuhnya dengan kontribusi 13,24%.
Selanjutnya sektor konstruksi yang tumbuh 6,42% dengan kontribusi 10,20%, pertambangan mampu tumbuh 0,91% dengan kontribusi 9,19%, dan transportasi maupun pergudangan tumbuh 8,03% dengan kontribusi 6,24%/
"Seluruh lapangan usaha tumbuh positif," kata Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Moh. Edy Mahmud saat konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Kamis (5/11/2026).
Sektor infokom juga tercatat mampu tumbuh kuat di atas laju pertumbuhan ekonomi nasional, yaitu mencapai 7,13% dengan kontribusi 4,28%. Selanjutnya jasa keuangan yang mampu tumbuh 8,47% dengan kontribusi 4,01%.
Untuk sektor akomodasi dan makan minum mencatatkan pertumbuhan paling tinggi dengan kontribusi ke PDB 2,75%. Selanjutnya, jasa pendidikan tumbuh 4,63% dengan kontribusi 2,62%.
Sektor jasa pendidikan pun mampu tumbuh 4,63% dengan kontribusi 2,48%, real estat tumbuh 4,10% dengan kontribusi 2,15%, dan jasa lainnya mampu tumbuh ketiga terbesar mencapai 8,32% dengan kontribusi 2,07%.
Jasa perusahaan juga tercatat mampu tumbuh 6,77% dengan kontribusi 1,95%, jasa kesehatan tumbuh 6,97% dengan kontribusi 1,23%, jasa kesehatan tumbuh 6,97% dengan kontribusi 1,23%, pengadaan listrik dan gas tumbuh 8% dengan kontribusi 1%, dan pengadaan air tumbuh 0,28% dengan kontribusi 0,06%.
[Gambas:Video CNBC]