
Sumber gambar, Reuters
- Penulis, Frank Gardner
- Peranan, BBC Security correspondent
- Telah diterbitkan 15 menit yang lalu
- Waktu membaca: 7 menit
Sedikitnya 21 pesawat dan beberapa bandara di seluruh Eropa menjadi sasaran ancaman bom pekan ini.
Penerbangan menuju Austria, Belgia, Bulgaria, Republik Ceko, Prancis, Italia, Polandia, dan Rumania terdampak.
Sebuah pesawat Aer Lingus yang terbang dari Dublin ke Roma dialihkan ke sebuah pangkalan udara di Prancis, sementara pesawat jet tempur Italia mengawal penerbangan maskapai Finnair rute Helsinki-Roma.
Maskapai EasyJet mengatakan bahwa penerbangan dari Newcastle dan Glasgow disambut polisi di Praha sebagai langkah pencegahan. Bandara Heathrow dan Birmingham di UK juga menerima ancaman yang kemudian dinilai tidak kredibel.
Tidak ada bahan peledak yang ditemukan dalam penggeledahan yang dilakukan, dan belum jelas apakah insiden-insiden tersebut saling terkait.
Seluruh ancaman tersebut pada akhirnya terbukti palsu. Namun, tentu saja, hal itu tidak berarti ancaman berikutnya juga akan tidak nyata.
Sebagian pihak lantas mengarahkan kecurigaan kepada Rusia.
Benarkah Rusia berada di balik semua ini?
Otoritas bandara di ibu kota Italia, Roma, mengatakan bahwa ancaman terhadap dua penerbangan yang akan mendarat pada Kamis (05/11) diterima melalui email.
Peringatan tersebut ditandatangani atas nama kelompok atau individu yang menyebut diri mereka "Fighters of the Male State", yang mengklaim menargetkan sebuah "rezim feminis" dan ingin "menorehkan jejak dalam sejarah".
Mereka mengancam akan "membuat langit memerah" dengan ledakan.
Nama "Fighters of the Male State" diduga merujuk pada kelompok Rusia, Muzhskoi Legion atau "Male Legion", sebuah kelompok ultrakanan dengan pandangan ekstrem yang dilarang oleh pengadilan di Moskow pada 2021.
Meski demikian, kelompok tersebut tetap memiliki puluhan ribu pengikut di Telegram dan secara terbuka mendukung invasi besar-besaran Rusia ke Ukraina pada tahun berikutnya.
Moskow memang diketahui sangat marah terhadap dukungan NATO kepada Ukraina.
Menurut pandangan Kremlin, dukungan NATO menggagalkan rencana Rusia untuk menaklukkan Ukraina.
Sejumlah blogger Rusia juga berargumen bahwa jika serangan drone Ukraina kini membuat bandara-bandara di Rusia tidak aman, dan sanksi Barat menghalangi maskapai-maskapai Rusia memasuki wilayah udara Eropa, maka negara-negara Barat seharusnya juga merasakan dampak serupa.
Namun email yang dikirim ke Roma, kalaupun asli, belum tentu memberikan petunjuk yang dibutuhkan penyidik.
Terlebih lagi, tidak ada jaminan bahwa pengirimnya benar-benar berasal dari kelompok tersebut.
Bagi kepolisian nasional, otoritas bandara, dan kementerian transportasi yang berupaya mengungkap ancaman-ancaman palsu ini serta memikirkan bagaimana meminimalkan dampaknya jika terulang, tugas utama mereka bukanlah mengira-ngira siapa pelakunya.
Sebaliknya, mereka harus mengikuti setiap petunjuk dan bukti konkret yang tersedia, jika petunjuk semacam itu dapat ditemukan.

Sumber gambar, Andreas SOLARO / AFP via Getty Images
Menteri Transportasi UK, Heidi Alexander, menggambarkan insiden yang terjadi pada Kamis itu sebagai "ancaman hoaks yang bermotif jahat".
Dia mengatakan pemerintah "menanggapi ancaman-ancaman ini dengan serius", seraya menegaskan bahwa pihak berwenang telah memiliki "prosedur yang mapan untuk menangani ancaman palsu dan ancaman yang bersifat jahat".
Maskapai dan bandara yang jadi sasaran ancaman
Penerbangan yang menjadi sasaran ancaman pada Kamis meliputi:
- Aer Lingus mengatakan penerbangannya dari Dublin menuju Roma dialihkan ke Normandia, Prancis, dan mendarat dengan selamat. Maskapai itu menambahkan bahwa mereka sedang berupaya "mengantarkan kembali para penumpang ke tujuan akhir mereka sesegera mungkin."
- Finnair menyatakan dua penerbangannya dari Helsinki mendarat di tujuan masing-masing sesuai jadwal. Salah satunya dikawal jet tempur Angkatan Udara Italia saat memasuki Bandara Fiumicino di Roma, menurut Aeroporti di Roma, sementara penerbangan lainnya mendarat di Wina, Austria.
- Wizz Air mengatakan dua penerbangan yang berangkat dari Milan terdampak ancaman tersebut. Satu pesawat yang sedang menuju Warsawa dialihkan ke Wina, sementara pesawat lainnya mendarat dengan aman di Bukares. Tim keamanan kemudian melakukan pemeriksaan terhadap pesawat tersebut.
- Maskapai Polandia LOT mengatakan penerbangannya dari Warsawa ke Brussel mendarat sesuai rencana dan "tidak ditemukan barang mencurigakan". Penerbangan LOT lainnya dari Warsawa ke Paris dihentikan sebelum lepas landas untuk menjalani pemeriksaan keamanan terhadap pesawat dan bagasi. Tidak ditemukan benda berbahaya dalam pemeriksaan itu.
- Menurut media Bulgaria, tiga penerbangan Ryanair mendarat di Bulgaria setelah menerima ancaman. Satu penerbangan dari Kopenhagen dan satu dari Madrid mendarat di ibu kota Sofia, sementara penerbangan ketiga yang berangkat dari London menuju Sofia dialihkan untuk mendarat di Plovdiv. Ketiga penerbangan tersebut dikawal oleh jet tempur Angkatan Udara Bulgaria.

Sumber gambar, Horacio Villalobos#Corbis/Corbis via Getty Images
- Kepolisian Ceko mengatakan tidak ada bahan peledak yang ditemukan pada empat penerbangan yang mendarat di Praha. EasyJet kemudian mengonfirmasi bahwa penerbangan mereka dari Newcastle dan Glasgow termasuk yang terdampak. Maskapai itu menyatakan, "Penumpang di kedua penerbangan turun dari pesawat seperti biasa."
- Aegean Airlines mengatakan pihaknya "menerima informasi mengenai ancaman bom" terhadap dua penerbangannya, masing-masing dari Thessaloniki di Yunani menuju Milan dan dari Athena menuju Wina. Maskapai tersebut menyatakan ancaman itu "tidak berdasar", dan kedua penerbangan dapat berangkat dari bandara asal masing-masing.
- Sebuah penerbangan Ryanair dari Porto, Portugal, mendarat dengan selamat di Milan sesuai jadwal. Kantor berita Italia, Ansa, melaporkan bahwa tim penjinak bom melakukan pemeriksaan terhadap pesawat setibanya di sana.
- Otoritas bandara Spanyol mengatakan pihaknya menerima ancaman bom yang memengaruhi tiga penerbangan di Bandara Madrid. Namun setelah dilakukan pemeriksaan, tidak ditemukan adanya ancaman nyata. Maskapai Iberia kemudian mengatakan bahwa dua penerbangannya, rute Milan-Madrid dan Roma-Madrid, termasuk yang terdampak. Belum jelas apakah pesawat ketiga yang dimaksud adalah penerbangan Ryanair dari Madrid menuju Sofia yang sebelumnya dilaporkan.
- Air Serbia mengatakan penerbangannya dari Beograd menuju Bukares "mendarat dengan selamat di bandara tujuan". Setelah dilakukan pemeriksaan, ancaman bom yang dilaporkan terhadap penerbangan tersebut "dinilai tidak berdasar".
'Kami tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi' - Kesaksian penumpang pesawat
Emily Noble, yang berada di dalam pesawat Aer Lingus yang dialihkan dari Dublin ke Roma, mengatakan dirinya baru sekitar satu jam berada dalam penerbangan menuju ibu kota Italia untuk menghadiri pernikahan seorang temannya ketika awak kabin memberi tahu penumpang bahwa terjadi masalah "teknis".
Namun, ketika pesawat Aer Lingus itu mulai berputar-putar di udara untuk melakukan pendaratan tak terjadwal di Prancis, pilot kemudian mengumumkan bahwa ada masalah terkait "keamanan", kata perempuan berusia 26 tahun asal Dublin tersebut kepada BBC Verify.

Sumber gambar, Emily Noble
Di dalam pesawat, situasinya terasa "aneh", kata Noble.
"Situasinya mengkhawatirkan karena kami tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Namun, semua orang berusaha tetap setenang mungkin," ujarnya.
Noble mengatakan ia dapat mendengar suara jet tempur saat pesawat melakukan pendaratan dan melihat salah satunya mendarat di belakang pesawat mereka.
Setelah mendarat di Pangkalan Udara Évreux-Fauville di wilayah Normandia, para penumpang akhirnya diberi tahu bahwa penerbangan tersebut menjadi sasaran ancaman bom.
Noble mengatakan para penumpang harus tetap berada di dalam pesawat selama sekitar dua setengah jam sementara polisi dan personel militer melakukan pemeriksaan keamanan, termasuk penggeledahan dengan bantuan anjing pelacak.
Belakangan, para penumpang diberi tahu bahwa mereka akan dibawa ke sebuah bandara di Paris sebelum melanjutkan perjalanan ke Roma dengan pesawat lain.
Apa kata pakar?
Sementara itu, Philip Baum, profesor keamanan penerbangan di Universitas Coventry, mengatakan industri penerbangan "menghadapi banyak ancaman bom setiap hari", tetapi ia mengaku "terkejut" dengan rangkaian insiden yang terjadi pekan ini.
Menurut Baum, sebuah pesawat biasanya hanya akan dialihkan ke bandara lain "jika ancaman tersebut dinilai kredibel dan pihak berwenang meyakini ada kemungkinan terdapat bahan peledak di dalam pesawat."
Menurut Baum, kekhawatiran utamanya adalah bahwa "jika ancaman palsu terus dilontarkan dalam jumlah besar, bisa muncul rasa lengah, sehingga ancaman yang nyata justru diabaikan. Ancaman-ancaman itu juga bisa digunakan sebagai pengalih perhatian."
'Meski hoaks, tetap diperlakukan sebagai ancaman nyata'
Akhir dari Whatsapp
Sementara itu, Marco Chan, pakar penerbangan dari Universitas Kingston, mengatakan kepada BBC bahwa ancaman-ancaman tersebut "kemungkinan besar merupakan hoaks, tetapi sistem keamanan sudah tepat dengan memperlakukannya sebagai ancaman nyata."
Ia mengatakan sebagian pakar memandang insiden-insiden itu sebagai "kemungkinan bagian dari pola gangguan terhadap perjalanan udara yang murah untuk dilakukan dan sulit dilacak pelakunya."
Menurut Chan, ancaman palsu semacam ini juga bisa dipicu oleh pelaku peniru atau copycat.
Namun, ia menambahkan bahwa "rangkaian insiden selama tiga hari masih terlalu sedikit untuk memastikan apakah ini merupakan aksi yang terkoordinasi atau sekadar efek penularan yang mendorong pelaku lain melakukan hal serupa."
Dua hari sebelumnya, tujuh penerbangan di Eropa, termasuk dua yang berangkat dari UK, diperiksa setelah menerima ancaman bom.
Setelah dilakukan penggeledahan, tidak ditemukan bahan peledak di pesawat mana pun.
