Jakarta (ANTARA) - Acara kumpul bersama keluarga selama liburan bisa memunculkan situasi yang tidak atau kurang mengenakkan, seperti pertemuan dan interaksi dengan anggota keluarga yang suka mengomentari atau mengkritik orang lain.
Terapis pernikahan dan keluarga berlisensi Rachel Diamond, Ph.D., LMFT, PMH-C dalam artikel yang dipublikasikan di Psychology Today pada Kamis (5/11) menyampaikan perlunya menerapkan batasan untuk menghindari situasi yang tidak mengenakkan semacam itu.
Menurut dia, menetapkan dan menjaga batasan tidak dimaksudkan untuk menciptakan jarak atau memutus hubungan, tetapi mengomunikasikan hal yang diperlukan agar merasa nyaman dan bisa menjalin hubungan yang sehat dengan anggota keluarga yang lain.
Ia menyampaikan bahwa menetapkan batasan berbeda dengan membuat aturan bagi orang lain.
Aturan menentukan bagaimana orang lain harus bertindak, sedangkan batasan menyatakan apa yang akan dilakukan dalam merespons tindakan orang lain.
"Kita tidak bisa mengendalikan perkataan orang lain, tetapi kita bisa mengendalikan bagaimana kita menanggapinya," kata Diamond.
Menurut dia, kerangka kerja "Hijau, Kuning, Merah" dari Melissa Urban dalam "The Book of Boundaries: Set the Limits That Will Set You Free" bisa diterapkan dalam menghadapi percakapan yang tidak mengenakkan selama acara keluarga.
Berdasarkan kerangka kerja itu, situasi dengan tingkat ancaman rendah (Hijau) bisa ditanggapi menggunakan bahasa yang santun dan jelas dengan asumsi pihak yang dihadapi berniat baik.
Dalam situasi dengan tingkat ancaman lebih tinggi (Kuning), kerabat yang mengabaikan batasan bisa disikapi dengan lebih tegas. Misalnya dengan mengalihkan tema pembicaraan.
Komunikasi yang lugas serta strategi konkret dalam menegakkan batasan disarankan diterapkan kalau tingkatan ancaman sudah tinggi (Merah), yakni ketika kerabat terus mengabaikan batasan yang telah ditetapkan.
Diamond menyampaikan beberapa rekomendasi khusus bagi orang tua baru dalam menetapkan dan menjaga batasan, antara lain membangun kebersamaan dan menyelaraskan pemahaman dengan pasangan agar bisa mengomunikasikan keputusan pengasuhan berikut batasannya.
Ia juga mengemukakan perlunya orang tua baru menyampaikan penjelasan secara terus terang dan ringkas serta menyampaikan dukungan yang diperlukan alih-alih berfokus pada hal yang tidak diinginkan dari kerabat.
Diamond menyatakan bahwa batasan yang ditetapkan untuk setiap orang bisa berbeda.
"Batasan yang Anda tetapkan untuk kakek-nenek, saudara kandung, atau kerabat lainnya mungkin tidak sama, tergantung pada riwayat hubungan Anda, perilaku mereka, dan apa yang Anda butuhkan agar merasa nyaman," demikian Rachel Diamond.
Penerjemah: Farika Nur Khotimah
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026