Musisi Kunto Aji secara tegas mengaku tidak khawatir akan kehilangan pengikut atau followers di media sosial usai bersikap vokal dalam menyuarakan kondisi sosial dan politik Indonesia saat ini.
Pelantun lagu Rehat tersebut menilai para pendengarnya memiliki keterikatan yang cukup kuat dan berada di frekuensi yang sama dengannya.
"Gak (takut kehilangan followers) sih," ujar Kunto Aji saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, kemarin.
"Dari dulu saya juga pendengar saya cukup segmented ya. Jadi saya kayaknya alhamdulillahnya ketemu orang-orang yang memang satu frekuensi gitu ya, mendengarkan satu frekuensi, jadi gak terlalu takut sih," tambah penyanyi asal Yogyakarta itu.
Saat ditanya mengenai kemungkinan bakal menelurkan karya baru yang lebih menyentil, Kunto Aji tak memberi jawaban pasti. "Kita lihat nanti ya," ucapnya singkat.
Kunto Aji menegaskan deretan kritik atau suara lantang yang ia sampaikan bukanlah bentuk perlawanan yang asal. Menurutnya, aksi tersebut murni merupakan cerminan dari keresahan bersama yang dirasakan oleh masyarakat secara luas.
"Tapi gak, sebenarnya kita kan bukannya mau melawan pemerintah atau gak. Kita kan mengeluarkan keresahan kita yang secara kolektif kita rasakan bersama," jelas Kunto Aji.
Lebih lanjut, ia merasa profesi sebagai pekerja seni dan musisi memberi tanggung jawab moral tersendiri untuk menjembatani aspirasi publik yang sering kali tersumbat.
"Menurut saya, musisi punya tanggung jawab. Kita sebagai orang-orang yang mewakili suara-suara di luar sana, mewakili orang-orang yang tidak bisa bersuara, kita harus mengeluarkan keresahan-keresahan itu," tegasnya.
Bagi Kunto Aji, karya seni maupun platform yang dimiliki seorang musisi sebaiknya dimanfaatkan untuk membawa suara-suara dari bawah hingga ke permukaan.
"Jadi jangan hanya sampai di bawah saja gitu, biar suara-suara itu muncul di permukaan. Dan musik kan selalu jadi penanda sebuah peradaban kebudayaan ya, jadi kita harus bisa menyuarakan itu dengan lantang," tutupnya.