Jakarta (ANTARA) - Perusahaan SpaceX milik Elon Musk menggandeng Qualcomm Technologies, Inc. untuk membangun jaringan seluler terestrial 5G Starlink Mobile di Amerika Serikat.
Dalam siaran persnya pada Rabu (4/11), Qualcomm menyampaikan bahwa SpaceX telah memilih platform Infrastruktur Seluler Qualcomm Dragonwing untuk jaringan 5G terestrial nasional Starlink Mobile di Amerika Serikat.
Dengan dukungan platform Qualcomm Dragonwing QRU100 dan QDU100 serta perangkat lunak Layer 1 kelas komersial, jaringan itu akan memadukan teknologi radio dan baseband Massive MIMO berkapasitas tinggi dengan pemrosesan yang hemat daya untuk mendukung stasiun pangkalan seluler dalam skala besar.
Starlink Mobile akan menggunakan unit radio Massive MIMO dengan 64 jalur transmisi dan 64 jalur penerimaan (64T64R).
Arsitektur itu dirancang untuk meningkatkan jangkauan, kapasitas, dan efisiensi spektral, sehingga membantu jaringan dalam menangani lebih banyak lalu lintas data secara efisien.
Senior Vice President Starlink Michael Nicolls menyampaikan bahwa Starlink sedang membangun jaringan satelit dan terestrial nasional yang terintegrasi penuh guna memastikan pengguna layanan tetap terhubung di mana pun mereka berada.
EVP & GM Technology Planning, Edge Solutions, and Data Center Qualcomm Technologies, Inc. Durga Malladi mengatakan bahwa membangun jaringan berskala nasional menuntut kinerja tinggi dan efisiensi daya di setiap lokasi.
"Platform Infrastruktur Seluler Dragonwing menghadirkan teknologi Massive MIMO yang canggih, pemrosesan yang dirancang khusus, serta perangkat lunak Layer 1 kelas komersial untuk membantu Starlink menghadirkan jaringan nasional yang luar biasa," katanya.
Menurut siaran GSM Arena pada Kamis (5/11) kolaborasi Starlink dan Qualcomm dalam pembangunan jaringan seluler terestrial 5G merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk memperkuat posisi dalam persaingan dengan operator seluler lain di Amerika Serikat seperti AT&T, T-Mobile, dan Verizon.
Penerjemah: Farhan Arda Nugraha
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026