Jakarta (ANTARA) - Mengubah inovasi menjadi bisnis yang berkelanjutan masih menjadi tantangan bagi startup mahasiswa, terutama dalam memastikan produk yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan pasar dan memiliki potensi untuk dikomersialkan.
Investor sekaligus Founder WU Hub Charles Lee dalam temu media di Jakarta, Sabtu, mengatakan bahwa Indonesia sebenarnya memiliki talenta dan potensi untuk melahirkan bisnis yang mampu bersaing di tingkat global. Namun, pengembangan kewirausahaan juga perlu diarahkan untuk menghasilkan solusi nyata dan bisnis yang berkelanjutan.
"Saya percaya Indonesia memiliki talenta dan potensi untuk melahirkan bisnis yang mampu bersaing di tingkat global. Bagi kami, visi Futurepreneur Lab selain melahirkan startup bernilai tinggi, tetapi membangun generasi entrepreneur yang mampu menciptakan solusi nyata, mengembangkan bisnis berkelanjutan, dan membawa dampak positif bagi perekonomian Indonesia," kata Charles.
Charles menyampaikan salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam pengembangan startup adalah kemampuan pendiri menguji asumsi bisnis, menerima masukan, serta menyempurnakan produk berdasarkan kebutuhan pengguna.
Tanpa proses tersebut, inovasi yang dikembangkan berisiko tidak sesuai dengan persoalan yang dihadapi pasar sehingga sulit berkembang menjadi bisnis berkelanjutan.
Guna menjawab tantangan tersebut, WU Hub menghadirkan Futurepreneur Lab 2026, program inkubasi yang membekali startup mahasiswa dengan pengembangan produk, pemahaman pasar, dan strategi bisnis. Program ini telah mendapatkan dukungan dari Kementerian Komunikasi dan Digital serta mitra swasta terkait.
"Ini adalah untuk memberikan kesempatan untuk anak-anak muda bisa jadi entrepreneur juga dan kita bisa sama-sama memberikan semangat dan memberikan masukannya untuk bisa validasikan dia punya ideal," ucap Charles.
Dia membeberkan program yang dimulai sejak Juni 2026 itu juga menerapkan validasi pasar melalui platform "Katalyst". Melalui platform tersebut, startup dapat memperkenalkan inovasi sekaligus mengukur respons dan minat publik terhadap solusi yang ditawarkan.
Nantinya, hasil validasi menjadi salah satu dasar bagi para pendiri startup untuk menilai relevansi produk dengan kebutuhan pengguna dan menentukan arah pengembangan bisnis berikutnya.
Rangkaian program tersebut mencapai puncaknya melalui Investment Day Futurepreneur Lab 2026 di fX Sudirman, Jakarta. Dalam kegiatan itu, startup mahasiswa terpilih mempresentasikan perkembangan inovasi dan bisnis melalui sesi final pitching serta startup expo.
Kegiatan tersebut juga mempertemukan peserta dengan investor dan mitra strategis untuk membuka peluang kolaborasi maupun investasi.
Tiga startup dengan performa terbaik selama program serta satu startup dengan dukungan terbaik di platform Katalyst turut memperoleh apresiasi. Meski demikian, Charles menyebut peluang investasi yang muncul tetap bergantung pada evaluasi dan kesepakatan antara startup dan calon investor.
Sejumlah pihak yang hadir dalam acara seperti Cinta Laura Kiehl sebagai special judge, VP of Investment SPIL Ventures Sumarny Manurung, serta Project Manager Startup Studio Indonesia Kementerian Komunikasi dan Digital Kameswara M. Rafi Al Fath sebagai juri.