Ekonomi

Tabrakan Dua Kereta Picu Maut, 7 Orang Tewas dan 112 Luka

Tabrakan Dua Kereta Picu Maut, 7 Orang Tewas dan 112 Luka

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebanyak tujuh orang tewas dan 112 lainnya luka-luka dalam kecelakaan dua kereta api yang bertabrakan di wilayah Al-Ayyat, Giza, sebelah selatan Kairo, Mesir, pada Minggu (8/11/2026) waktu setempat. Insiden tersebut menyebabkan sejumlah gerbong terguling hingga berserakan di sekitar rel.

Otoritas perkeretaapian Mesir menjelaskan, kecelakaan bermula ketika kereta yang melaju dari Giza menuju Fayoum menabrak bagian belakang kereta lain yang sedang dalam perjalanan dari Kairo menuju Aswan.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebutkan, para korban mengalami beragam cedera, mulai dari memar, patah tulang, luka di kepala dan wajah, hingga cedera dada.

Kemenkes juga menyatakan 45 korban luka telah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan perawatan di rumah sakit sekitar Giza. Sementara itu, tujuh pasien lainnya diperkirakan segera menyusul, sedangkan korban lain masih menjalani penanganan medis.

Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi mengaku mengikuti perkembangan kecelakaan tersebut "dengan penuh keprihatinan". Ia telah memerintahkan penyelidikan segera untuk mengungkap penyebab insiden dan "meminta pertanggungjawaban siapa pun yang terbukti lalai".

Sejumlah saksi mata menggambarkan suasana kacau setelah tabrakan terjadi. Abdel Wahed Mohamed, 31 tahun, yang berada di sebuah kafe dekat lokasi, mengatakan kereta menuju Aswan sedang berhenti ketika ditabrak kereta dari arah Fayoum.

"Kereta itu terguling sekitar pukul 13.30. Enam gerbong terbalik," tuturnya, seperti dikutip AFP, Senin (9/11/2026).

Saksi lainnya, Ahmed Moussa, 25 tahun, mengatakan tim penyelamat harus menggali bagian bawah salah satu gerbong untuk menjangkau penumpang yang terjebak. "Di dalam sana, orang-orang bertumpuk satu sama lain," katanya.

Sementara itu, Taha Abdel Tawab, 43 tahun, mengaku melihat seorang pemuda keluar dari kereta sambil menggendong ayahnya yang telah meninggal dunia.

Tim penyelamat mengerahkan derek dan alat berat untuk mengevakuasi penumpang serta menegakkan kembali gerbong yang terguling. Ambulans dikerahkan untuk membawa korban ke rumah sakit, sementara proses penyelamatan berlangsung hingga malam hari dengan bantuan warga sekitar.

Kecelakaan ini kembali menyoroti persoalan keselamatan jaringan kereta api Mesir yang kerap dilanda insiden fatal. Kawasan Al-Ayyat sendiri pernah menjadi lokasi kecelakaan besar pada 2002, ketika kebakaran kereta yang membawa penumpang menuju selatan Kairo menewaskan lebih dari 370 orang. Serangkaian kecelakaan lain pada 2009 juga menewaskan puluhan orang.

Mesir telah menggelontorkan dana miliaran dolar selama satu dekade terakhir untuk memodernisasi infrastruktur transportasi, termasuk membangun jalan raya dan jalur kereta cepat. Namun, sebagian besar jaringan kereta api lama negara berpenduduk sekitar 110 juta jiwa tersebut belum mendapatkan perbaikan menyeluruh.

[Gambas:Video CNBC]