Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memberikan tanggapan terkait isu sensitif yang tengah berkembang di media sosial. Pernyataan tersebut disampaikannya di sela-sela menghadiri agenda Seminar Nasional Bendungan Besar 2026 yang berlangsung di Universitas Brawijaya, Malang, Jumat (6/11/2026).
Sebelumnya, beredar di akun threads @luthfiamdhuda menyebutkan dugaan nepotisme Wakil Menteri PU, Diana Kusumastuti menjadikan anaknya sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kementerian PU jalur afirmasi (perlakuan istimewa untuk honorer kontrak minimal 2 tahun dalam proses seleksi Aparatur Sipil Negara) tahun 2025 bernama Gusti Eka Damarwana, sebelum mendaftar PPPK sejak 2023 dia menjadi pegawai kontrak honorer di Direktorat Jenderal Cipta Karya, yang saat itu Diana menjabat sebagai Dirjennya.
Kemudian seorang lagi anaknya bernama Gusti Andika Ramadanu berstatus pegawai PT Brantas Abipraya (Persero) saat ini menjabat sebagai Site QHSE Manajer. Saat ini pun Diana masih menjabat sebagai Komisaris Utama di BUMN Karya tersebut, sehingga aroma nepotisme ini lagi-lagi menjadi sorotan netizen.
"TOBAAAAATTTTT WAKIL MENTERI PEKERJAAN UMUM WAMEN PU DIANA KUSUMASTUTI TAK LEKANG OLEH KASUS TAPI MASIH TAK TERSENTUH IBU IBU SATU INI. Kasus ex timtim 400 miliar belum ada kejelasan sekarang nambah lagi ternyata melakukan praktek warisan dikira kementerian bisnis keluarga yak, 2 anaknya diberi jabatan di lingkungan kementerian di bawah kepemimpinan sang ibunda. Menhaj langsung ambil langkah berhentikan 2 anaknya, WamenPU giman nih?," bunyi postingan akun tersebut.
Dody menegaskan tata kelola administrasi dan pembinaan pegawai di lingkungan Kementerian PU selalu bersandar pada regulasi formal, kode etik Aparatur Sipil Negara (ASN), serta pembuktian yang objektif. Pihaknya memastikan tidak akan mengambil keputusan yang bersifat spekulatif atau hanya bersandar pada opini publik di media sosial.
"Saya perlu cek dulu apa benar seperti itu. Ketika kemudian kalau ya benar, pasti ada beberapa standar yang harusnya kita kerjakan di internal. Ada proses etik di kita. Jadi kita lihat dulu, tidak bisa kemudian semena-mena berdasarkan informasi dari threads (utas) itu," ujar Dody Hanggodo, dikutip dari keterangan resmi Kementerian, Jumat (6/11/2026).
Dody menyampaikan bahwa setiap pelaksanaan tugas Aparatur Sipil Negara (ASN) harus didasarkan pada fakta dan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan secara tertulis, bukan sekadar informasi atau keterangan yang belum terverifikasi.
Selain menyoroti dugaan nepotisme, akun threads @luthfiamdhuda juga menyoroti isu kedua yakni jejak postingan Gusti Eka Damarwana pada tahun 2014 dan 2019 yang pernah menjelekan Prabowo Subianto.
"TangkaPRABOWO "jejak digital anak wamenPU Dianakusumastuti. Gimana nih pak presiden prabowo anak wamen pu diboyong kerja sama emaknya yang pernah menyampaikan ujaran kebencian kepada bapak presiden. Di tambah lagi emaknya tersandung kasus korupsi dan malah dibiarin," bunyi postingan di akun tersebut juga.
Dody mengaku masih belum melihat dan mengetahui postingan tersebut. Menurutnya, jika diperlukan proses investigasi mendalam dan adanya indikasi pelanggaran hukum yang lebih luas, termasuk yang berkaitan dengan penyalahgunaan wewenang atau keuangan, Kementerian PU tidak ragu untuk berkoordinasi dengan instansi penegak hukum terkait.
"Mungkin nanti kita, kalau memang itu melibatkan instansi lebih luas, ya kita akan melibatkan instansi lebih luas. Misalnya pergerakan uang. Karena saya juga belum tahu kasus utuhnya seperti apa. Yang kita kerjakan sebagai aparatur negara adalah semua itu tidak berdasarkan katanya, tapi benar-benar ada hitam di atas putihnya. Kita melihat faktanya seperti apa, saksinya seperti apa," tegasnya.
Netizen Juga Soroti Mantan Sekjen PU Nikah Siri dengan Petinggi BUMN
Tak kalah hebohnya, akun threads @luthfiamdhuda juga memberikan sorotan kepada Wida Nurfaida, mantan Sekretaris Jenderal Kementerian PU yang saat ini sudah mutasi ke instansi lain menjadi Inspektur Utama di Komisi Pemulihan Umum.
"Bukannya kerja baik baik malah pada nyari simpenan, selingkuhan, ngeri ya kementerianPU. Ya akibat dari peninggalan orde lama yang dipuja puja nih si basuki, jadi semuanya di normalisasi Selingkuh, korupsi, sampai kerjaan kaga ada yang beres giliran diperiksa diberesin pada kaget tuh mundur dan malah nyerang balik nyari kambing hitam menterinya pun jadi sasaran dasar bangsat," bunyi postingan akun tersebut.
Menanggapi pertanyaan wartawan, Dody mengaku gemetar dan mengaku di usianya yang sudah 60 tahun tidak mengerti platform media sosial itu.
"Waduh saya kok keringetan jawab pertanyaan ini, saya itu tidak main Threads dan usia saya udah 60 tahun, cuma kalau benar seperti itu, saya mesti ngecek dulu," jelas Dody.
Kementerian PU kata Dody berkomitmen penuh untuk menjaga marwah, integritas, dan profesionalisme birokrasi, serta memastikan seluruh jajaran ASN patuh terhadap sumpah jabatan serta peraturan perundang-undangan mengenai disiplin pegawai negeri sipil.
(wia)[Gambas:Video CNBC]