CIMAHI — Penyebab tragedi berdarah di sebuah indekos di Jalan Karya Bhakti, RT 03/11, Kelurahan Cigugur Tengah, Kota Cimahi, Jawa Barat terungkap. Tragedi itu bermula dari kencan online yang berujung pada penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia.
Peristiwa itu terjadi pada Kamis (5/11/2026). Korbannya seorang perempuan berinisial TS (43 tahun) yang berkencan dengan RS, 33 tahun. Peristiwa bermula ketika korban dan tersangka RS berkomunikasi melalui aplikasi kencan hijau dengan tarif yang disepakati Rp250.000. Setelah mencapai kesepakatan, korban mengirimkan lokasi indekosnya kepada pelaku.
"Awalnya tersangka berkomunikasi dengan korban melalui aplikasi MiChat dan mengajak korban untuk berhubungan badan. Setelah disepakati harga, korban meminta tersangka datang ke tempat kosnya," ungkap Kapolres Cimahi, AKBP Endu Desianto di Mapolres Cimahi, Jumat (6/11/2026).
Setibanya di lokasi, pelaku dipersilakan masuk ke kamar korban. Setelah pintu dikunci, korban meminta pelaku mentransfer uang sesuai kesepakatan. Pelaku kemudian mengirimkan uang sebesar Rp250.000.
Namun, situasi berubah setelah terjadi tindakan tersangka yang membuat korban kesal. Korban kemudian meminta pelaku meninggalkan kamar. Bahkan, korban disebut sempat menendang pelaku dengan alasan ada tamu lain yang sedang menunggunya.
Perlakuan tersebut memicu kemarahan tersangka. Merasa sakit hati karena keinginannya belum terpenuhi, pelaku langsung melayangkan pukulan kepada korban. Korban yang berusaha menyelamatkan diri kemudian berlari menuju kamar mandi.
Meski demikian, pelaku mengejarnya dan mengambil sebilah pisau hingga melakukan penyerangan yang mengakibatkan korban meninggal dunia. "Motifnya karena tersangka merasa sakit hati. Hasratnya belum selesai terlampiaskan, tetapi sudah diusir dan ditendang oleh korban," terang Endy.
Setelah melihat korban tidak lagi bergerak, pelaku sempat berada di dalam kamar. Tak lama berselang, terdengar suara ketukan pintu dari luar. Saat pintu dibuka, tersangka mendapati beberapa orang sudah berada di depan kamar. Mereka kemudian masuk dan mendapati korban tergeletak bersimbah darah di dalam kamar mandi.
"Jasad TS pertama kali diketahui oleh penghuni indekos yang merupakan tetangga korban. Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada petugas keamanan sebelum diteruskan kepada kepolisian," kata Endy.