Peserta Pilah Olah Sampah Heroes 2026, Tri Sugiarti, menggencarkan pengolahan sampah jadi produk usaha kerajinan tangan bernilai tinggi. Dari sampah berupa kertas dan koran bekas, Tri dapat membuat hingga 60 jenis kerajinan tangan.
"Kalau untuk kerajinan tangan dari kertas koran, kami punya lebih dari 60 bentuk. Dari mulai kotak tisu, tempat buah, piring, dan lain sebagainya, itu lebih dari 60 jenis," ujar Tri, Rabu (4/11).
Tak hanya itu, minyak jelantah dan sampah plastik juga mampu Tri olah menjadi produk dengan nilai lebih tinggi. Produk-produk olahan tersebut misalnya berupa sabun, lilin, tikar, hingga tas. Dari satu produk saja, Tri menyebut omzet yang mampu diperoleh mencapai sekitar Rp5 juta.
"Aku omzet paling sedikit itu 5 juta paling sedikit setiap bulan. Dari yang cuman satu produk doang. Belum yang lain-lain," ucap Tri.
Omzet ini didapat dari keuntungan penjualan. Tri kemudian mencontohkan penjualan produk kotak tisu dari lintingan koran atau kertas bekas.
Koran dan kertas bekas sendiri jika dijual memiliki nilai Rp2 ribu per kg. Namun, satu kilogram koran dan kertas bekas tersebut dapat diolah menjadi lima produk kotak tisu yang harganya bisa mencapai Rp50 ribu per item. Sehingga, keuntungan yang bisa didapat pun bisa semakin banyak.
Namun, pengolahan ini tak Tri lakukan sendiri, melainkan melibatkan masyarakat sekitar tempat tinggalnya, terkhususnya tim bank sampah. Bank sampah tersebut bernama Bank Sampah Tri Alam Lestari dan terletak di Kelurahan Ulujami, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan.
Tri menyebut aktivitas ini berperan dalam memberdayakan masyarakat sekitar. Sehingga, masyarakat tak hanya dapat keuntungan dari menabung di bank sampah, melainkan juga terlibat bahkan membuat usahanya sendiri.
Peserta Pilah Olah Sampah Heroes 2026 Tri Sugiarti gencarkan pengolahan sampah jadi produk usaha kerajinan tangan bernilai tinggi. (CNN Indonesia/Moureen Nathalia) |
"Bikin kotak-kotak [tisu] tuh warga. Nah, kan aku memberdayakan warga sekitar. Jadi mereka bikin di rumah, terus nanti setor, dapat uang," ungkap Tri.
"Anggota kami yang tadinya tidak punya wirausaha, ya, sekarang punya hasil untuk jualan, dijual dan punya income, punya peningkatan kesejahteraan keluarga," ucap Tri menambahkan.
Dampak ekonomi tersebut juga sampai ke keluarga Tri. Berkat pengolahan sampah ini, Tri menyebut dirinya mampu membiayai pendidikan anaknya hingga sarjana.
"Walaupun ibunya bukan sarjana gitu, tapi anak saya bisa sarjana berkat kegiatan mengolah sampah. Jadi saya tidak malu ketika dibilang tukang sampah, tapi saya malu ketika dibilang tukang nyampah," ujarnya.
Tak berhenti di lingkungan keluarga dan masyarakat setempat, Tri juga menyebarkan ilmu pengolahan sampah juga ke bank sampah lain. Tri mengajarkan bank sampah lain untuk masing-masing memiliki produk olahan sampah khas yang bisa dijual.
"Misalkan kami membina di satu wilayah, itu kami fokuskan di pengolahan plastiknya. Kemudian kami membina lagi di wilayah lain, itu kami fokuskan ke pengolahan minyak jelantahnya," ucap Tri.
Dampak ekonomi tersebut juga sampai ke keluarga Tri Sugiarti. Berkat pengolahan sampah ini, Tri menyebut dirinya mampu membiayai pendidikan anaknya hingga sarjana. (CNN Indonesia/Moureen Nathalia) |
Sebagai salah satu peserta penggerak Pilah Olah Sampah Heroes 2026, Tri mengajak masyarakat untuk sama-sama berkontribusi pada lingkungan.
Program Pilah Olah Sampah Heroes 2026 sendiri merupakan upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengapresiasi pahlawan lingkungan seperti Tri. Para pahlawan lingkungan yang disorot ialah mereka yang secara aktif melakukan gerakan di bidang sampah serta turut mengajak warga lainnya untuk peduli terhadap sampah.
Sebanyak 10 peserta akan masuk tahap penilaian final pada Senin (9/11). Nantinya, pemenang dari ajang penghargaan ini akan diberikan apresiasi langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Penganugerahan akan berlangsung pada Selasa (10/11).

