JAKARTA — Rapper asal Amerika Serikat(AS), Macklemore, mengungkapkan bahwa sembilan arena pertunjukan utama di AS menolak untuk menjadi tuan rumah tur penggalangan dana bertajuk Free Palestine. Ia pun mengecam taktik "intimidasi, manipulasi, dan penindasan" yang dialaminya.
Dalam unggahannya di Instagram, Macklemore semula berharap bisa membawa tur tersebut ke AS. Namun,sembilan arena besar menolak menggelar acara tersebut, termasuk Madison Square Garden di New York City, Crypto.com Arena di Los Angeles, serta Barclays Center di Brooklyn.
Bulan lalu, Macklemore sukses menggelar tur Free Palestine di Dublin, London, dan Paris. Pertunjukan tersebut dipuji oleh kritikus The Guardian, Alexis Petridis, sebagai "sebuah kemenangan". Tur Eropa ini berlangsung setelah Ed Sheeran mencoret Macklemore dari tur AS miliknya akibat pidato sang rapper di atas panggung yang membela Palestina.
"Sejak awal, rencana kami adalah membawa tur ini pulang ke AS," tulis Macklemore. "Namun setelah berpekan-pekan melakukan pendekatan, sembilan arena besar di Amerika telah menolak kami."
Macklemore menyebutkan tempat pertunjukan lain di kawasan tri-state New York, termasuk UBS Arena dan Prudential Center, turut melayangkan penolakan. Hal serupa terjadi pada Intuit Dome dan Kia Forum di Los Angeles, Chase Center di San Francisco, serta Climate Pledge Arena di Seattle.
"Pada pertengahan September, kami telah mendapatkan tanggal yang tersedia di arena-arena ini hingga akhir tahun.Namun begitu mereka mengetahui ini adalah konser amal untuk Palestina, tanggal-tanggal tersebut mendadak dibatalkan," tutur Macklemore seperti dikutip dari laman The Guardian, Sabtu(7/11/2026).
"Pintu-pintu tertutup rapat. Pembicaraannya memang bervariasi, tetapi hasilnya tetap sama: pertunjukan tidak diizinkan berlangsung di tempat-tempat tersebut."
Dalam unggahan emosional yang terbagi dalam tujuh slide Instagram itu, Macklemore menegaskan tidak lagi peduli meski harus merusak hubungannya dengan para petinggi industri musik.
"Intimidasi, manipulasi, dan penindasan yang saya alami adalah bagian dari cara penguasa menyumbat suara para seniman," ujarnya. "Itu taktik utama mereka untuk membuat kita patuh: diam dan lakukan tugasmu, atau kamu akan dihukum."
"Namun pada titik ini, saya sudah tiga tahun tidak peduli lagi untuk mempertahankan hubungan apa pun, baik bisnis maupun pribadi, dengan siapa pun yang tidak berjuang demi Palestina yang Merdeka."
Macklemore dicoret dari tur Sheeran setelah menyampaikan pidato singkat yang mendukung "Tepi Barat yang diduduki" pada awal September lalu. Sheeran mengklaim penyelenggara di AS mengancam akan menolak konsernya jika Macklemore tetap menjadi pembuka acara.
"Saya tidak terlibat dalam hal ini," kata Sheeran saat itu. "Saya memiliki pandangan pribadi tentang konflik yang menghancurkan ini. Hanya karena saya memilih untuk tidak berbicara di depan umum, bukan berarti saya tidak peduli,dan bukan berarti saya tidak mendukung aksi kemanusiaan dengan cara pribadi saya sendiri."
Tak lama setelah pencoretan tersebut, seluruh empat tampil pembuka lainnya beserta band pengiring Sheeran mengundurkan diri dari tur sebagai bentuk solidaritas terhadap Macklemore.