Moskow (ANTARA) - Uni Eropa (EU) akan memangkas jumlah peserta yang ditargetkan dalam program integrasi migran hingga empat kali lipat pada 2029, meskipun anggaran program tersebut dilaporkan meningkat, menurut laporan Mahkamah Auditor Eropa yang ditinjau RIA Novosti.
Pada 25 Oktober, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan negara-negara Eropa tidak memiliki sumber daya yang memadai untuk mengintegrasikan jumlah migran dan anak-anak mereka yang terus bertambah.
Ia mengatakan bahwa penanganan masalah tersebut membutuhkan pendidikan bagi para migran serta pengenalan terhadap adat istiadat dan tradisi setempat.
Menurut laporan itu, pendanaan EU yang secara khusus dialokasikan untuk integrasi melalui Dana Suaka, Migrasi, dan Integrasi (AMIF) meningkat dari 911 juta euro (sekitar Rp18,5 triliun) pada periode 2014-2020 menjadi 1,96 miliar euro (sekitar Rp39,8 triliun) pada periode 2021-2027, atau lebih dari dua kali lipat.
Namun, otoritas yang bertanggung jawab mengelola dana tersebut memperkirakan target jumlah peserta kegiatan integrasi AMIF di seluruh negara anggota akan turun dari 9,7 juta orang pada akhir 2022 menjadi 2,5 juta orang pada 2029, atau berkurang sekitar 75 persen.
Dengan demikian, anggaran program meningkat dan biaya pelaksanaannya semakin besar, tetapi jumlah orang yang diperkirakan dapat dijangkau justru jauh lebih sedikit.
Sementara itu, data Eurostat menunjukkan bahwa per 1 Januari 2025, sekitar 30,6 juta warga negara non-EU tinggal di kawasan tersebut.
Dengan demikian, kegiatan integrasi yang didanai AMIF diperkirakan hanya dapat menjangkau sekitar 8 persen dari total warga negara ketiga yang tinggal di Uni Eropa.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA
Penerjemah: Katriana
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026