Viral di media sosial bahwa Presiden Prabowo Subianto disebut meminta masyarakat Indonesia untuk memboikot berbagai platform milik Meta. Platform media sosial Meta antara lain Facebook, Threads, dan Instagram.
Dari postingan yang beredar di Facebook itu, boikot tersebut katanya dilakukan untuk menjaga keamanan negara, serta menjaga nama baik negara. Namun, situs Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memberikan klarifikasinya.
"Faktanya, klaim tersebut tidak benar. Dilansir dari tirto.id, setelah dilakukan pencarian dengan cara melakukan reverse image search menggunakan Google, hasilnya tidak ditemukan informasi valid atau pernyataan resmi dari Presiden Prabowo Subianto yang meminta rakyat memboikot media sosial," begitu penjelasan Komdigi.
Kemudian, dijelaskan bahwa foto yang dicatut dalam unggahan itu identik dengan akun instagram milik @pojok_jabar pada 14 Oktober 2026. Akan tetapi, unggahan itu tidak menyebutkan Presiden Prabowo mengajak rakyat Indonesia memboikot platform media sosial Meta.
Dengan adanya penelusuran lebih lanjut, foto asli tersebut bersumber dari dokumentasi video yang diunggah oleh kanal YouTube resmi Sekretariat Presiden berjudul 'Presiden Prabowo Pimpin Ratas Perkembangan Penanganan Karhutla, Istana Merdeka, 12 Oktober 2026'.
"Dalam rapat itu, Presiden Prabowo mengeklaim luas wilayah yang mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kini sudah menurun drastis. Dari ratusan ribu hektar, kini tersisa ratusan saja," tulis Komdigi.
Demikian dapat disimpulkan informasi Presiden Prabowo Subianto meminta masyarakat untuk boikot medsos demi menjaga nama baik negara adalah hoaks. Tidak ada pernyataan resmi dari presiden mengenai hal tersebut.