Kita sudah melaksanakan rencana kesiapan transportasi angkutan Nataru 2026-2027, dengan sasaran aman, lancar, nyaman. Kita zero tolerance untuk keselamatan. Itu target kita, seperti tahun-tahun sebelumnya
Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) Suntana menegaskan toleransi nol (zero tolerance) terkait dengan keselamatan mobilitas masyarakat saat berlibur di momentum libur akhir tahun Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.
“Kita sudah melaksanakan rencana kesiapan transportasi angkutan Nataru 2026-2027, dengan sasaran aman, lancar, nyaman. Kita zero tolerance untuk keselamatan. Itu target kita, seperti tahun-tahun sebelumnya,” kata Wamenhub Suntana di Jakarta, Minggu.
Adapun Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah melakukan persiapan sarana transportasi bersama para pelaku kepentingan terkait, mulai dari ramp check, imbauan kepada pelaksana operasional transportasi agar menggunakan armada yang laik jalan, hingga sosialisasi kepada masyarakat agar memperhatikan kondisi kesehatan selama berkendara di momentum libur akhir tahun.
“Untuk memastikan transportasi yang aman, lancar, tepat dan cepat sampai tujuan secara nyaman,” ujar Suntana.
Selain itu, ia mengatakan Kemenhub juga melaksanakan kegiatan mudik gratis untuk masyarakat yang akan bertolak dari Jakarta menuju Jawa Tengah hingga Jawa Timur. Pun dengan sejumlah BUMN lainnya yang akan menyelenggarakan mudik gratis pada libur Natal dan Tahun Baru kali ini.
“Kementerian Perhubungan melalui dana dari Kementerian Perhubungan seperti tahun lalu, saat Natal dan Lebaran, kita melaksanakan mudik gratis,” kata Wamenhub.
“Selain dari Kementerian Perhubungan, juga ada beberapa perusahaan yang nanti, termasuk BUMN, yang akan melaksanakan program mudik gratis. Ibu dan Bapak sekalian, tolong manfaatkan ini. Segera mendaftar dengan diri secara online,” ujarnya menambahkan.
Sementara itu, pemerintah telah mempersiapkan anggaran sebesar Rp883 miliar untuk stimulus diskon empat moda transportasi pada periode Nataru 2026/2027, yaitu untuk moda kereta api, pelayaran, penyeberangan, dan pesawat terbang.
Diskon tidak hanya berlaku untuk layanan transportasi perusahaan milik negara (BUMN) saja, seperti misalnya maskapai penerbangan Garuda Indonesia, Citilink, dan Pelita Air, tapi juga maskapai-maskapai swasta lainnya.
“Penurunan harga tiket itu atau diskon di sektor penerbangan udara bukan hanya di BUMN saja. Tetapi juga akan dilakukan di penerbangan (swasta) seperti Lion, Elnusa, dan yang lainnya. Ini berlaku sama, ya, bukan hanya Garuda, Citilink dan Pelita. Untuk informasi masyarakat tentang kapan membelinya (tiket) waktunya tidak berbeda jauh,” ujar Wamenhub Suntana.