Nasional

9 November, KAI gelar Rail Heritage Forum 2026 di Lawang Sewu

9 November, KAI gelar Rail Heritage Forum 2026 di Lawang Sewu

Jakarta (ANTARA) - Mengangkat 159 tahun perjalanan kereta api Indonesia, KAI menghadirkan forum sejarah dan memperkenalkan potensi museum perkeretaapian sebagai destinasi wisata edukasi

PT Kereta Api Indonesia (Persero) akan menyelenggarakan Rail Heritage Forum 2026 pada 9 November 2026 di Museum Lawang Sewu, Semarang. Mengusung tema 1867 & Beyond: Preserving the Past, Shaping the Future, kegiatan ini menjadi ruang diskusi mengenai pelestarian sejarah, pemanfaatan aset heritage, serta pengembangan wisata edukasi perkeretaapian.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa sejarah kereta api memiliki kedekatan dengan kehidupan masyarakat Indonesia selama 159 tahun, mulai dari perkembangan kota, kegiatan ekonomi, hingga perjalanan perjuangan bangsa.

“Kereta api menyimpan banyak cerita tentang perjalanan Indonesia. Melalui Rail Heritage Forum 2026, kami ingin mengajak masyarakat, terutama generasi muda, mengenal sejarah tersebut dan melihat potensi warisan perkeretaapian sebagai ruang belajar serta destinasi wisata yang menarik,” ujar Anne.

KAI saat ini mengelola sejumlah destinasi heritage yang dapat dikunjungi masyarakat, di antaranya Museum Lawang Sewu dan Museum Kereta Api Ambarawa di Jawa Tengah, Museum Kereta dan Jalur Bondowoso di Jawa Timur, serta Museum Kereta Api Sawahlunto di Sumatra Barat.

Setiap museum memiliki karakter sejarah tersendiri, mulai dari perkembangan teknologi lokomotif, jejak awal pembangunan jaringan rel, sejarah pertambangan, hingga peran kereta api dalam perjuangan kemerdekaan.

Selain museum, KAI memiliki 656 aset heritage yang telah berstatus cagar budaya maupun sedang dalam proses penetapan. Aset tersebut meliputi stasiun, bangunan, jembatan, sarana perkeretaapian, dan berbagai peninggalan bersejarah lainnya.

Dalam rangkaian kegiatan heritage, KAI juga akan mengenalkan jejak sejarah lintas Kedungjati–Tuntang–Ambarawa, yang memiliki keterkaitan dengan perkembangan awal perkeretaapian di Jawa Tengah.

“Kami berharap kegiatan ini mendorong semakin banyak masyarakat mengunjungi museum kereta api, mengenal cerita di balik setiap peninggalan sejarah, serta ikut menjaga warisan tersebut agar tetap dapat dinikmati generasi berikutnya,” tutup Anne.