Nasional

Anggota Komisi IV DPR RI dorong KNMP terintegrasi dari hulu ke hilir

Anggota Komisi IV DPR RI dorong KNMP terintegrasi dari hulu ke hilir

Karangasem, Bali (ANTARA) - Anggota Komisi IV DPR RI I Nyoman Adi Wiryatama mendorong pengelolaan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) dilakukan secara terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Saat mengunjungi Kampung Nelayan Merah Putih di Seraya Timur, Kabupaten Karangasem, Bali, Rabu, Adi Wiryatama menyatakan integrasi tersebut dinilai penting agar fasilitas yang dibangun pemerintah benar-benar memberikan manfaat bagi peningkatan kesejahteraan nelayan.

"Kita harus integrated semua, baik dinas kita, kabupaten, provinsi. Jadi, semua harus menyatu. Kita tidak boleh berpikir parsial," katanya.

Ia menilai program tersebut memiliki tujuan yang baik karena tidak hanya menyentuh aktivitas penangkapan ikan, tetapi juga mencakup penyimpanan hasil tangkapan hingga pemasaran.

Menurutnya, pemerintah telah merancang berbagai fasilitas pendukung, mulai dari alat tangkap, tempat penyimpanan hasil perikanan hingga sarana pemasaran. Bahkan, dukungan kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) bagi nelayan juga menjadi bagian penting dari ekosistem tersebut.

Namun, ia mengingatkan agar seluruh fasilitas dan dukungan tersebut benar-benar terintegrasi dalam pelaksanaannya. 

Sebab, masih ditemukan persoalan distribusi BBM yang dapat menghambat aktivitas nelayan.

Ia mencontohkan pengalaman nelayan di Bali yang mengeluhkan kesulitan mendapatkan BBM untuk melaut. Kondisi tersebut membuat nelayan tidak bisa berangkat menangkap ikan meskipun perbekalan dan persiapan melaut sudah dilakukan sejak beberapa hari sebelumnya.

Adi Wiryatama juga menyoroti pentingnya penguatan manajemen dalam pengelolaan KNMP. 

Menurutnya, fasilitas penyimpanan hasil tangkapan atau storage membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan pengelolaan memadai agar dapat beroperasi dan menghasilkan manfaat ekonomi.

Selain manajemen, persoalan permodalan koperasi nelayan juga perlu mendapat perhatian pemerintah. Sebab, koperasi membutuhkan modal awal untuk membeli hasil tangkapan nelayan sebelum dipasarkan kembali.

"Bagaimana koperasi mengambil tangkapan nelayan kalau tidak ada modal awal? Nah, itu perlu kita pikirkan bersama," ujarnya.

Ia berharap pemerintah secara bertahap dapat memenuhi berbagai kebutuhan pendukung tersebut. Meski demikian, fasilitas yang telah dibangun harus terlebih dahulu dimanfaatkan dan dipelihara dengan baik oleh masyarakat.

Adi Wiryatama mengingatkan agar KNMP tidak hanya terlihat baik ketika baru selesai dibangun, tetapi juga mampu bertahan dan beroperasi dalam jangka panjang.

"Saya tidak mau tahun depan ini sudah ugal-ugalan, tidak karu-karuan. Banyak proyek pemerintah begitu. Saya harapkan ini betul-betul dipelihara dengan baik," katanya.

Ia mengapresiasi keterlibatan masyarakat nelayan Seraya Timur yang dinilainya cukup aktif. 

Menurutnya, keberhasilan program KNMP membutuhkan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, terutama dalam menjaga serta mengoptimalkan fasilitas yang telah tersedia.

Lebih lanjut, Adi Wiryatama menyebut pemerintah pusat menargetkan pembangunan 1.000 Kampung Nelayan Merah Putih. Sementara itu, dari target tersebut, pembangunan yang telah terealisasi disebut mencapai sekitar 600 lokasi.

Di Bali, KNMP Seraya Timur menjadi salah satu lokasi yang telah terwujud. Ia juga menyampaikan adanya peluang pengembangan KNMP tambahan di wilayah Karangasem, yakni di kawasan Tulamben, Kecamatan Kubu.

Adi Wiryatama berharap pengembangan KNMP dapat memperkuat sektor perikanan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Menurutnya, potensi laut Indonesia masih sangat besar dan perlu dimanfaatkan secara optimal melalui pengelolaan yang terencana serta terintegrasi.

"Yang penting apa yang kita terima sekarang, terima dengan baik, pergunakan dengan baik. Ke depan step by step kita akan coba sempurnakan. Yang penting ada asas manfaatnya dulu," pungkasnya.