Jakarta (ANTARA) - Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA bersinergi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyebarluaskan dampak program revitalisasi satuan pendidikan dan digitalisasi pembelajaran di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Plt Manajer Lembaga Pendidikan ANTARA Indriani mengatakan kolaborasi tersebut bertujuan memperlihatkan secara langsung manfaat program pemerintah dalam meningkatkan kualitas lingkungan dan proses pembelajaran di satuan pendidikan.
“Kegiatan ini merupakan kolaborasi LKBN ANTARA dengan Kemendikdasmen yang bertujuan mengangkat dampak dari program pemerintah Prabowo-Gibran terkait revitalisasi dan digitalisasi yang dilakukan di sekolah,” kata Indriani usai kegiatan Community Edu Tour di SD Negeri Bojongkoneng 03, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat pada Sabtu siang.
Ia menjelaskan kegiatan tersebut melibatkan berbagai komunitas, mulai dari kreator konten, pelajar, hingga jurnalis untuk melihat secara langsung implementasi program Kemendikdasmen di sekolah.
Menurut Indri, pelibatan berbagai komunitas tersebut dapat meningkatkan penyebarluasan informasi mengenai manfaat program revitalisasi satuan pendidikan dan digitalisasi pembelajaran melalui penyaluran Papan Interaktif Digital (PID) kepada masyarakat.
Melalui kolaborasi tersebut, lanjutnya, ANTARA dan Kemendikdasmen juga ingin menunjukkan upaya pemerintah dalam mewujudkan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman serta menghadirkan proses pembelajaran yang menggembirakan bagi peserta didik.
“Kegiatan ini mengajak komunitas baik konten kreator, para pelajar dan juga jurnalis untuk melihat langsung manfaat dari program Kemendikdasmen yang bertujuan untuk mewujudkan sekolah yang aman dan nyaman serta pembelajaran yang menggembirakan,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor Rusliandy mengapresiasi dukungan pemerintah pusat terhadap peningkatan kualitas pendidikan di daerah melalui program revitalisasi satuan pendidikan dan penyaluran Papan Interaktif Digital (PID) sepanjang 2025-2026.
Ia mengatakan bantuan pemerintah pusat tersebut memberikan dampak positif bagi pemerintah daerah, terutama dalam mendukung peningkatan sarana dan prasarana serta pemanfaatan teknologi dalam kegiatan pembelajaran.
“Ini hal yang positif bagi pemerintah Kabupaten Bogor. Buat saya, banyak bantuan dari pemerintah pusat di tahun 2025-2026, bukan hanya revitalisasi sekolah, tetapi juga PID atau Papan Interaktif Digital,” katanya.
Ia menjelaskan, dukungan penyediaan PID beserta infrastruktur pendukungnya untuk jenjang pendidikan sekolah dasar mengalami peningkatan.
Jika pada tahun sebelumnya setiap sekolah hanya memperoleh sekitar satu hingga dua perangkat, pada tahun ini jumlahnya meningkat menjadi tiga perangkat untuk satu sekolah.
Menurut dia, dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong pemanfaatan teknologi digital untuk menunjang proses pembelajaran di sekolah.
Selain mengapresiasi bantuan pemerintah pusat, ia juga berharap kegiatan serupa Community Edu Tour dapat diperluas dengan melibatkan lebih banyak komunitas agar semakin banyak pihak memperoleh manfaat dari kegiatan tersebut.
Ia menilai kegiatan itu menjadi ruang untuk berbagi informasi, memperluas wawasan, sekaligus bertukar pengalaman mengenai praktik-praktik baik dalam penyelenggaraan pendidikan.