Presiden Prabowo memiliki komitmen kuat menjaga persatuan dan kedaulatan bangsa
Jakarta (ANTARA) - Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengatakan penguatan ideologi Pancasila harus menjadi salah satu fondasi utama dalam mendukung keberhasilan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Jumat, Bambang Soesatyo mengatakan di tengah persaingan geopolitik, perkembangan teknologi digital, dan derasnya pengaruh ideologi global, Indonesia membutuhkan ketahanan ideologi yang semakin kokoh.
"Presiden Prabowo memiliki komitmen kuat menjaga persatuan dan kedaulatan bangsa. Penguatan Pancasila harus menjadi gerakan nasional yang diwujudkan melalui kebijakan nyata dan keberpihakan kepada rakyat," ujar Bamsoet seusai menghadiri Rapat Pleno V Wantimpres di Kantor Sekretariat Negara Jakarta, Kamis (5/11).
Rapat tersebut dihadiri antara lain Ketua Wantimpres Pratikno, Wakil Ketua Hatta Rajasa, Sekretaris M. Qodari, serta anggota Wantimpres Sinta Nuriyah Wahid, Quraish Shihab, Agum Gumelar, Said Aqil Sirodj, Jusuf Wanandi, Budi Gunawan, Soekarwo, Rocky Gerung, Philip Kuntjoro Widjaja, Budi Santoso Tanuwibowo, Anwar Usman, Margarito Kamis, John Gluba Gebze, Salim Segaf Aljufri, Chairul Tanjung, dan Yahya Cholil Staquf.
Ketua MPR RI ke-15 dan Ketua DPR RI ke-20 itu menyoroti Indonesia dengan penduduk lebih dari 280 juta jiwa dan sekitar 1.340 kelompok suku memiliki kekuatan besar berupa keberagaman yang dipersatukan Pancasila.
Namun, kemajuan teknologi menghadirkan tantangan baru, mulai dari penyebaran disinformasi, polarisasi sosial, hingga masuknya paham ekstrem melalui ruang digital. Survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) tahun 2026 mencatat sekitar 235,26 juta penduduk Indonesia telah menggunakan internet.
Besarnya jumlah pengguna internet tersebut harus dimanfaatkan pemerintah untuk memperluas pendidikan kebangsaan melalui media sosial, teknologi digital, dan pendekatan kreatif yang dekat dengan generasi muda.
"Anak muda harus mengenal Pancasila melalui cara yang sesuai dengan zamannya. Gunakan teknologi, media sosial, dan kegiatan kreatif agar mereka bangga sekaligus memahami tanggung jawab menjaga Indonesia," kata Bamsoet.
Pemerintah perlu memastikan nilai-nilai Pancasila menjadi pedoman dalam menjalankan pembangunan, menjaga persatuan, memperkuat kedaulatan, serta meningkatkan kesejahteraan rakyat. Langkah tersebut sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo yang menempatkan penguatan ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia sebagai prioritas nasional.
Dia mengatakan penguatan ideologi Pancasila perlu dijalankan secara terpadu oleh seluruh kementerian, lembaga negara, dan pemerintah daerah.
Dia memberi contoh Kementerian Dalam Negeri dapat menggerakkan pemerintah daerah hingga tingkat desa, kementerian yang membidangi pendidikan memperkuat pembentukan karakter kebangsaan di sekolah dan perguruan tinggi.
Sementara Kementerian Komunikasi dan Digital memperluas literasi digital serta menangkal penyebaran informasi yang memecah belah masyarakat. Pemerintah juga perlu memperkuat keteladanan aparatur negara melalui pelayanan publik yang bersih, penegakan hukum yang adil, dan kebijakan pembangunan yang berpihak kepada kepentingan rakyat.
"Cara terbaik memperkuat Pancasila adalah menghadirkan keadilan sosial. Ketika ekonomi rakyat tumbuh, pendidikan semakin merata, dan kesejahteraan meningkat, rasa memiliki terhadap bangsa akan semakin kuat," jelas Bamsoet.
Tidak hanya itu, penguatan ketahanan ideologi juga menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas politik, keamanan nasional, dan keberlanjutan pembangunan.
"Pancasila harus menjadi kekuatan yang menyatukan seluruh potensi bangsa untuk mendukung keberhasilan pemerintahan Presiden Prabowo. Negara yang kuat lahir dari rakyat yang bersatu, hukum yang adil, dan kesejahteraan yang dirasakan bersama," katanya.