Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengatakan akan membangun fasilitas olahraga ring tinju di Manggarai, Jakarta Selatan, untuk menekan angka tawuran di kawasan tersebut.
Menurut dia, Manggarai merupakan daerah yang mendapat perhatian khusus karena kerap terjadi tawuran di kawasan itu.
“Tentunya, Manggarai akan kita tangani secara khusus, dan sekarang ini, kalau diperlukan, saya juga akan membuat tempat atau fasilitas seperti ini (ring tinju) di Manggarai,” kata Pramono setelah meresmikan fasilitas ring tinju di kolong flyover Kampung Melayu, Jakarta Timur, Jumat.
Meski demikian, sambung dia, jika dilihat dari waktu ke waktu, telah terjadi penurunan angka tawuran yang sangat signifikan di kawasan Manggarai.
“Karena apa? Karena anak mudanya sekarang diberikan ruang yang lebih baik untuk bisa bertemu satu dengan yang lainnya,” jelas Pramono.
Terlebih, kata dia, saat ini Manggarai telah menjadi hub baru setelah LRT di kawasan itu diresmikan. Maka dari itu, penertiban di Manggarai perlu dilakukan agar menjadi kawasan yang aman dan nyaman.
“Seperti kita ketahui, sekarang Manggarai menjadi hub baru setelah LRT diresmikan dari Kelapa Gading sampai dengan Manggarai, dan juga KRL banyak sampai dengan Manggarai,” ungkap Pramono.
Sebelumnya, Pramono mengatakan fasilitas ring tinju di kolong flyover cukup efektif menekan angka tawuran antarpelajar dan warga yang kerap terjadi di wilayah Jakarta Timur.
Dia menyebutkan sepanjang 2025, tercatat lebih dari 130 aksi tawuran yang terjadi di Jakarta Timur.
Namun, sambung dia, semenjak ruang publik mulai difungsikan untuk area latihan tinju dan lapangan olahraga bersama, angka tawuran menurun tajam hingga menjadi sekitar 20 kasus pada 2026.
"Sampai dengan akhir Oktober, karena fasilitas ini sudah digunakan untuk pertandingan bola, sarana berlatih tinju, termasuk yang sebelumnya saya resmikan di Pasar Rebo, di Jakarta Timur ini terjadi penurunan (tawuran), terutama di tempat ini, yang luar biasa, dari 132 menjadi kurang lebih 20-an lebih," papar Pramono.