Nasional

Bawaslu Situbondo luncurkan buku Khotbah Jumat pendidikan demokrasi

Bawaslu Situbondo luncurkan buku Khotbah Jumat pendidikan demokrasi

Situbondo (ANTARA) - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, berkolaborasi dengan Kementerian Agama setempat meluncurkan buku berjudul "Khotbah Jumat Sinergi Ajaran Islam dan Demokrasi Substantif untuk Kemaslahatan Ummat".

"Jadi, pendidikan demokrasi tidak hanya berlangsung melalui ruang-ruang formal dan kegiatan kepemiluan, nilai-nilai demokrasi juga dapat disampaikan melalui pendekatan keagamaan, salah satunya melalui mimbar Jumat," kata Ketua Bawaslu Kabupaten Situbondo Ahmad Faridl Ma'ruf, di Situbondo, Jawa Timur, Rabu.

Dia menjelaskan bahwa peluncuran buku Khotbah Jumat itu menjadi bagian dari upaya memperluas jaringan pengawasan partisipatif dan pendidikan demokrasi dengan mengintegrasikan nilai-nilai keislaman.

Melalui materi Khotbah Jumat, lanjut dia, pesan tentang kejujuran, keadilan, amanah, persatuan dan tanggung jawab dalam kehidupan berdemokrasi diharapkan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.

Menurutnya, menjaga demokrasi bukan semata-mata menjadi tanggung jawab penyelenggara pemilu, tetapi keterlibatan seluruh elemen masyarakat diperlukan untuk mengawal proses demokrasi agar berjalan dengan jujur, adil dan berintegritas.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Situbondo Muhammad Mudhofar mengungkapkan, menempatkan mimbar Jumat sebagai ruang penting untuk menanamkan nilai-nilai moral dan kebangsaan.

"Mimbar Jumat bukan sekadar tempat menyampaikan nasihat, melainkan ruang suci tempat ayat-ayat Allah bergema dan nilai-nilai kenabian ditanamkan," katanya.

Mudhofar memberikan apresiasi kepada Bawaslu yang menginisiasi buku yang mengajak masyarakat untuk bijak dan dewasa dalam demokrasi, dalam melihat politik, melihat pemilihan kepala daerah.

"Jarang-jarang organisasi atau lembaga seperti Bawaslu ini kemudian mengajak Kemenag untuk merumuskan, membuat buku menjadi satu, yaitu teks khotbah untuk para khatib, yang mana harapannya buku ini nanti bisa disampaikan di mimbar Jumat ataupun di masjid-masjid, musala," katanya.

Buku Khotbah Jumat ini mendokumentasikan 10 tema utama yang mengangkat persoalan demokrasi, amanah kepemimpinan, politik uang, hoaks, ujaran kebencian, hingga pembunuhan karakter dalam kontestasi politik.

Materi khotbah disusun berdasarkan tema-tema kepemiluan, termasuk isu yang berkaitan dengan pemilihan kepala daerah, dan buku ini diharapkan dapat menjadi salah satu sarana pengawasan partisipatif dan penyebarluasan pendidikan demokrasi yang dekat dengan kehidupan masyarakat.