Jakarta (ANTARA) -
Kepercayaan diri dapat dibangun melalui kebiasaan sehari-hari, mulai dari mengelola ekspektasi hingga menetapkan batasan dalam kehidupan pribadi dan pekerjaan.
Melansir dari laman Psychology Today pada Sabtu (7/11), psikolog Alicia H. Clark, Psy.D., menjelaskan bahwa orang yang memiliki kepercayaan diri cenderung mampu menjaga keseimbangan emosional dan menghadapi tantangan tanpa mudah kehilangan kendali atas kehidupannya.
Menurut Clark, salah satu kebiasaan yang dapat diterapkan adalah meyakinkan diri bahwa seseorang mampu menghadapi situasi sulit. Kalimat sederhana seperti "Saya bisa menghadapi ini" dapat membantu seseorang mengelola keraguan ketika menghadapi tekanan.
Kebiasaan berikutnya adalah menetapkan ekspektasi yang realistis. Clark menyarankan agar seseorang lebih berfokus pada hal-hal yang dapat dikendalikan melalui tindakan sendiri daripada menggantungkan harapan pada keadaan di luar kendalinya.
Penelitian yang dirujuk Clark menunjukkan bahwa orang dengan efikasi diri atau keyakinan terhadap kemampuan diri cenderung memiliki motivasi dan ketekunan lebih tinggi ketika menghadapi hambatan.
Selain itu, seseorang perlu menerima kekecewaan sebagai bagian dari kehidupan. Clark menjelaskan bahwa mengakui perasaan sedih atau kecewa dapat membantu seseorang memproses pengalaman tersebut sebelum kembali melanjutkan aktivitas.
"Mengakui kekecewaan dapat mencegah perasaan tersebut terus berkembang menjadi emosi yang lebih merugikan," tulis Clark.
Kebiasaan lainnya adalah menjaga kesehatan diri secara rutin, termasuk memperhatikan kualitas tidur, asupan makanan, kecukupan cairan, konsumsi kafein, dan aktivitas fisik.
Clark mengatakan perawatan diri membantu seseorang mempertahankan keseimbangan, terutama ketika menghadapi tekanan yang meningkat. Kebiasaan tersebut juga perlu dilakukan secara konsisten agar manfaatnya dapat dirasakan.
Terakhir, seseorang perlu mengenali batas kemampuan dan mengurangi aktivitas yang berlebihan. Clark mengingatkan bahwa terlalu banyak mengambil tanggung jawab, terutama di lingkungan kerja, dapat meningkatkan risiko kelelahan atau burnout.
Karena itu, kemampuan mengatakan "tidak" atau menunda permintaan ketika beban sudah terlalu besar menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan hidup.