Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat, wisatawan, serta para penambang pasir agar segera menjauhi zona bahaya menyusul terjadinya erupsi Gunung Semeru di Jawa Timur yang disertai awan panas guguran sejauh 4.500 meter, pada Kamis.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan di Jakarta, Kamis, menyampaikan bahwa sebagaimana dilaporkan oleh tim Badan Geologi, erupsi Gunung Semeru itu terjadi pada pukul 09.24 WIB dan menghasilkan kolom abu kelabu hitam tebal setinggi 700 meter ke arah tenggara.
"Erupsi ini menghasilkan kolom abu kelabu hitam tebal setinggi 700 meter dan terdapat awan panas guguran dengan jarak luncur hingga 4.500 meter ke arah tenggara," kata dia
Seiring dengan peningkatan aktivitas vulkanik tersebut, Berton menambahkan para ahli memberi rekomendasi keselamatan meliputi larangan aktivitas sejauh 13 kilometer di sektor tenggara, steril dari aktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai hingga jarak 17 kilometer dari puncak, serta menjaga radius aman kawah sejauh lima kilometer.
Warga juga diminta mewaspadai potensi awan panas guguran, lava, dan lahar di sepanjang lembah atau aliran Sungai Besuk Kobokan, Bang, Kembar, dan Sat.
Sementara bagi pendaki dan wisatawan diminta agar menunda pendakian, dan tidak mengambil risiko demi konten atau wisata.
Adapun khusus bagi para penambang pasir di sekitar aliran sungai, kata dia, BNPB memberikan instruksi tegas untuk segera menghentikan aktivitas penambangan di zona bahaya, mengevakuasi alat berat dari dasar sungai, serta mematuhi batas jarak aman demi keselamatan jiwa.
"Kami mengingatkan agar patuhi arahan petugas di lapangan. Lalu tetap menggunakan masker dan kacamata pelindung saat terjadi hujan abu, serta menyiapkan tas siaga darurat," ungkapnya.