Nasional

BNPB Perbarui Informasi, 1 Kru Heli Water Bombing Jatuh di Kalsel Masih Dicari

BNPB Perbarui Informasi, 1 Kru Heli Water Bombing Jatuh di Kalsel Masih Dicari
Jakarta -

Badan Nasional Penganan Bencana (BNPB) memperbarui informasi soal helikopter water bombing yang jatuh di Sungai Barito, Kalimantan Selatan (Kalsel). BNPB menyebut satu orang kru atas nama Yayan Supiansuri masih hilang dan dicari.

"Dari tiga awak helikopter, ada dua yang telah ditemukan dalam kondisi sehat, yaitu Hugh Andrew John Page dan Michael John Betteridge. Sementara itu, satu orang awak lainnya yaitu Yayan Supiansuri masih dalam pencarian. Sekaligus ini pembaharuan dari informasi kami sebelumnya," kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, dalam konferensi pers daring, Minggu (18/11/2026).

Berton menyebut kedua warga negara Australia, Hugh Andrew John Page dan Michael John Betteridge (sebelumnya disebut asal Selandia Baru) dalam kondisi selamat dan masih penanganan medis. Kedua WN Australia tersebut merupakan pilot, sedangkan Yayan Supiansuri berkewarganegaraan Indonesia merupakan helikopter landing officer atau HLO.

"Kami memberikan perhatian penuh terhadap upaya pencarian tersebut. Seluruh unsur terkait telah berkoordinasi untuk mendukung proses pencarian dan pertolongan. Kami juga memastikan agar dua awak yang telah ditemukan mendapatkan pemeriksaan kesehatan dan penanganan medis sesuai kebutuhan," kata Berton.

Berton menyebut helikopter Super Puma H225 dengan nomor register VH HGM jatuh di perairan Sungai Barito, Kalimantan Selatan, pagi tadi. Tim SAR gabungan masih melakukan proses pencarian dan evakuasi.

"Tim bergerak menggunakan kendaraan rescue dan kapal rigid inflatable boat atau RIB. Jarak lokasi kejadian sekitar 141 km dari kantor SAR Banjarmasin atau sekitar 71 nautical miles dari Dermaga SAR Basirih," kata Berton.

Sebelumnya, helikopter water bombing yang jatuh di Sungai Barito, Kalimantan Selatan, dilaporkan membawa tiga kru, dengan rincian satu WNI dan dua WNA. Ketiga kru disebut selamat dan telah dievakuasi. Heli tersebut jatuh saat mengambil air untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).