Medan (ANTARA) - Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara menyalurkan 3.048 ton jagung program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke peternak ayam petelur sebagai upaya dalam menstabilkan harga telur di pasaran.
"Dari total penugasan 3.601 ton, telah terealisasi 3.048 ton atau 84,64 persen. Kami akan terus mengoptimalkan penyaluran agar seluruh peternak ayam penerima manfaat," ujar Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Sumatera Utara R Darma Wijaya di Medan, Kamis.
Darma mengatakan, penyaluran jagung SPHP tersebut menjangkau enam wilayah, yakni Deli Serdang, Binjai, Langkat, Serdang Bedagai, Simalungun, dan Asahan.
Lebih lanjut, ia mengatakan, program tersebut bertujuan untuk membantu peternak memperoleh bahan baku pakan dengan harga terjangkau sekaligus menjaga stabilitas harga telur ayam.
Ia mengatakan, penyaluran jagung SPHP wajib digunakan untuk kebutuhan pakan ternak dan tidak diperbolehkan diperjualbelikan kembali. Apabila ditemukan penyalahgunaan, Bulog akan menindaklanjuti sesuai ketentuan, termasuk melaporkannya kepada pihak berwenang.
"Jagung merupakan komponen utama pakan ayam petelur dengan komposisi sekitar 50 persen untuk menekan biaya lainnya," ucapnya.
Saat ini, harga jagung pakan di pasaran Sumatera Utara berkisar Rp7.400–Rp7.800 per kilogram, sedangkan melalui program SPHP Jagung, peternak terdaftar dapat memperolehnya dengan harga Rp5 ribu per kilogram di gudang Bulog.
Bulog Sumut terus mengoptimalkan penyaluran jagung, serta memperkuat koordinasi dengan Bapanas, pemerintah daerah, dan peternak agar program berjalan tertib, transparan, dan tepat sasaran.
Diharapkan biaya produksi peternak diharapkan lebih terkendali dan stabilitas pasokan serta harga telur ayam di Sumatera Utara semakin terjaga.