Bandung (ANTARA) - Perekonomian Jawa Barat secara tahunan (year on year/yoy) pada triwulan III tahun 2026 mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,89 persen, meningkat dari periode yang sama 2025 di angka 5,19 persen, dan melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,47 persen.
"Ekonomi Jawa Barat secara kuartalan (q-to-q) tumbuh sebesar 0,62 persen dibandingkan triwulan II 2026. Pertumbuhan ini sejalan dengan pola musiman historis di mana kinerja triwulan ketiga lebih rendah dari triwulan sebelumnya," kata Kepala BPS Provinsi Jawa Barat Margaretha Ari Anggorowati di Bandung, Kamis.
Ari mengungkapkan dengan tingkat pertumbuhan tersebut, berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku, ekonomi Jabar mencapai Rp844,54 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan menyentuh Rp489,11 triliun.
"Sementara itu, secara kumulatif hingga triwulan III-2026, pertumbuhan ekonomi Jabar menembus angka 5,81 persen," ucapnya.
Secara spasial di Pulau Jawa, Jawa Barat mencatatkan pertumbuhan tertinggi yakni sebesar 5,89 persen secara tahunan (y-on-y) dengan kontribusi besar mencapai 12,71 persen terhadap perekonomian nasional.
Dari sisi produksi, industri pengolahan tetap menjadi kontributor utama dengan porsi 40,67 persen dan tumbuh 4,98 persen (menyumbang sumber pertumbuhan terbesar 2,09 persen), disusul sektor transportasi-pergudangan serta konstruksi.
Adapun dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga mendominasi struktur PDRB sebesar 63,80 persen dengan pertumbuhan 5,93 persen.
"Sementara lonjakan pertumbuhan tertinggi dicatatkan oleh konsumsi pemerintah yang meroket hingga 28,34 persen," tuturnya.