Probolinggo, Jawa Timur (ANTARA) - Gunung Bromo yang berada di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur mengalami erupsi dengan tinggi letusan sekitar 500 meter di atas puncak pada Kamis petang.
"Terjadi erupsi Gunung Bromo pada hari Kamis pukul 17.11 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 500 meter di atas puncak atau 2.829 meter di atas permukaan laut (mdpl)," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Bromo, Budi Marwanto dalam laporan tertulis yang diterima di Probolinggo.
Menurut dia, kolom abu vulkanik erupsi Bromo teramati berwarna kelabu dengan intensitas tipis hingga tebal ke arah barat. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 23 mm dan durasi 46 detik.
Status Gunung Bromo pada Level II atau waspada, sehingga Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan rekomendasi agar masyarakat di sekitar Gunung Bromo dan wisatawan tidak memasuki kawasan dalam radius 1 kilometer dari kawah aktif.
"Masyarakat di sekitar Gunung Bromo, pedagang, wisatawan, pendaki, dan pengelola wisata agar mewaspadai terjadinya letusan freatik yang bersifat tiba - tiba dan tanpa didahului oleh gejala-gejala vulkanik yang jelas," tuturnya.
Berdasarkan catatan petugas, Gunung Bromo yang memiliki ketinggian 2.329 mdpl terrcatat terakhir erupsi pada 19 Juli 2019 dengan visual letusan tidak teramati. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 37 mm dan durasi 434 detik.
Sementara Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarif mengatakan pihaknya sudah mendapat laporan terkait dengan akivitas erupsi Gunung Bromo.
"Saya mengimbau masyarakat tetap tenang dan mematuhi arrahan petugas sesuai dengan rekomendasi batas aman yang sudah direkomendasikan oleh PVMBG," katanya.