Nasional

Jorindo Gandeng Perusahaan Dubai, Perkuat Layanan Maritim Indonesia

Jorindo Gandeng Perusahaan Dubai, Perkuat Layanan Maritim Indonesia

JAKARTA – Perusahaan maritim Indonesia menjajaki peluang kerja sama dengan mitra Uni Emirat Arab untuk menggarap proyek penyelamatan kapal dan pekerjaan bawah laut di Indonesia serta kawasan Asia Tenggara. Kolaborasi ini membuka peluang pemanfaatan peralatan dan tenaga ahli dari kedua negara untuk memperluas layanan maritim.

Kerja sama tersebut dijalin PT Jorindo Marine Salvage, bagian dari Kelompok Usaha Jorindo, dengan Mubarak Bridge Maritime FZCO dari Mubarak Group Dubai melalui penandatanganan nota kesepahaman di Dubai, Uni Emirat Arab, pada 3 November 2026. Penandatanganan dilakukan saat Direktur Utama Jorindo Marine Salvage Jose Rizal berkunjung ke Uni Emirat Arab untuk menghadiri Abu Dhabi International Petroleum Exhibition and Conference (ADIPEC) 2026.

Kolaborasi itu mendapat dukungan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Dubai. Kedua perusahaan sepakat menjajaki kerja sama operasi salvage, pekerjaan bawah laut (underwater works), dan jasa maritim terkait di Indonesia serta negara-negara lain di Asia Tenggara.

Dalam nota kesepahaman tersebut, masing-masing pihak dapat meminta dukungan untuk proyek tertentu. Pelaksanaannya bergantung pada ketersediaan sumber daya, hasil penilaian teknis dan keselamatan, serta persetujuan dan perizinan yang diperlukan.

Dukungan yang dapat diberikan mencakup penyediaan peralatan, seperti workboat, tugboat, ponton atau tongkang, crane vessel, kapal khusus lepas pantai, dan peralatan penyelamatan kapal. Kedua pihak juga dapat menyediakan tenaga ahli, antara lain Salvage Master, penyelam komersial, marine engineer, dan naval architect.

Selain itu, masing-masing perusahaan dapat saling memperkenalkan peluang proyek yang relevan. Skema tersebut membuka ruang bagi kedua pihak untuk menggabungkan sumber daya dan keahlian dalam menggarap pekerjaan maritim.

Direktur Mubarak Bridge Maritime Neil Scott Williams menyampaikan apresiasi atas peluang kerja sama dengan Jorindo. Dia mengatakan, perusahaannya belum pernah mengerjakan proyek di Indonesia.

Sementara itu, Direktur Jorindo Marine Salvage Jose Rizal mengatakan, peluang pekerjaan penyelamatan kapal dan pekerjaan bawah laut di Indonesia relatif besar karena sebagian besar wilayah negara ini merupakan perairan.

“Kolaborasi ini dapat membuka akses terhadap kemampuan teknis dan sumber daya yang dibutuhkan untuk menggarap proyek maritim,” kata Jose yang juga menjabat Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Bumiputera Nusantara Indonesia (Asprindo).

Konsul Jenderal RI untuk Dubai Denny Lesmana menyambut kerja sama tersebut. Menurut dia, kolaborasi ini menunjukkan kepercayaan perusahaan internasional terhadap kemampuan perusahaan Indonesia di sektor maritim.

“Kami menyambut baik kerja sama antara Jorindo dan Mubarak. Ini bukti nyata bahwa perusahaan Indonesia mendapatkan kepercayaan dari perusahaan negara lain untuk bermitra di sektor yang sangat teknis dan strategis seperti salvage dan pekerjaan bawah laut. Semoga nota kesepahaman ini meningkat menjadi perjanjian kerja sama untuk proyek-proyek spesifik bawah laut,” kata Denny.