Nasional

Persiapan Haji dan Umrah, Habib Ja’far Ingatkan Pentingnya Proteksi Keuangan Keluarga

Persiapan Haji dan Umrah, Habib Ja’far Ingatkan Pentingnya Proteksi Keuangan Keluarga

JAKARTA -- Persiapan ibadah haji dan umrah tidak cukup hanya mencakup biaya perjalanan, kesehatan, dan kebutuhan selama berada di Tanah Suci. Perlindungan terhadap keluarga yang ditinggalkan juga perlu menjadi perhatian calon jamaah.

Konten kreator keislaman sekaligus penceramah Habib Husein Ja’far mengatakan, salah satu persiapan yang kerap terlupakan calon jamaah adalah memastikan keberlangsungan kehidupan keluarga apabila terjadi risiko selama perjalanan ibadah.

“Persiapan yang sifatnya finansial baik untuk kita bawa ke sana maupun untuk kita tinggalkan sebagai nafkah bagi keluarga kita, itu harus terpenuhi,” kata Habib Ja'far dalam talk show peresmian FWD Syariah di Jakarta, Rabu (4/11/2026).

Menurut dia, risiko meninggal dunia selama perjalanan haji dan umrah perlu menjadi bagian dari perencanaan. Sebab, tidak ada yang dapat memastikan seseorang akan kembali dengan selamat setelah menunaikan ibadah.

Dia menjelaskan, masyarakat biasanya mempersiapkan berbagai kebutuhan sebelum berangkat, mulai dari biaya perjalanan, kesiapan mental, hingga kebutuhan spiritual. Namun, persiapan untuk menjamin masa depan keluarga sering kali belum menjadi perhatian utama.

“Ada persiapan yang sering terlewatkan, yaitu apa? Persiapan tentang masa depan,” ujarnya.

Habib Ja'far mengatakan, perlindungan keluarga merupakan bagian dari tanggung jawab seseorang dalam mempersiapkan masa depan. Menurut dia, ikhtiar tersebut tidak bertentangan dengan sikap tawakal, melainkan menjadi bagian dari upaya menghadapi ketidakpastian.

“Dan warisan terbaik, menurut saya, bukan warisan harta. Warisan terbaik adalah warisan harapan,” kata dia.

Dia menilai, perlindungan berbasis syariah dapat menjadi salah satu bentuk ikhtiar untuk menjaga keberlangsungan kehidupan keluarga, termasuk memastikan kebutuhan dan pendidikan anggota keluarga tetap terpenuhi ketika pencari nafkah meninggal dunia.

Sementara itu, Direktur Utama FWD Syariah Ade Bungsu mengatakan, perusahaan menghadirkan produk asuransi jiwa syariah FWD Harapan yang memberikan perlindungan hingga peserta berusia 100 tahun.

Produk tersebut juga menawarkan manfaat tambahan selama perjalanan ibadah haji dan umrah. Santunan asuransi mencapai 200 persen apabila peserta meninggal dunia akibat kecelakaan atau saat menjalankan ibadah haji dan umrah.

Adapun santunan mencapai 300 persen apabila peserta meninggal dunia akibat kecelakaan selama bulan Ramadan.