Nasional

Kalsel catat produksi padi capai 950.130 ton hingga September 2026

Kalsel catat produksi padi capai 950.130 ton hingga September 2026

Banjarbaru (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Selatan mencatat realisasi produksi padi di provinsi itu telah mencapai 950.130 ton Gabah Kering Giling (GKG) selama Januari-September 2026, meningkat 5,40 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kepala BPS Kalsel Mukhamad Mukhanif di Banjarbaru, Kamis, mengatakan capaian produksi tersebut masih bertambah seiring perkiraan produksi padi pada Oktober-Desember 2026 diperkirakan mencapai 163,39 ribu ton GKG berdasarkan hasil Kerangka Sampel Area (KSA) amatan September 2026.

“Dengan potensi tambahan tersebut, total produksi padi di Kalimantan Selatan sepanjang 2026 diperkirakan mencapai 1.113.520 ton GKG, sedangkan produksi beras untuk konsumsi penduduk diproyeksikan mencapai 658,85 ribu ton,” ujarnya.

BPS mencatat produksi padi selama Januari-September 2026 meningkat 48,69 ribu ton GKG dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar 901,44 ribu ton GKG, dengan capaian produksi tertinggi pada September mencapai 248,90 ribu ton GKG.

Peningkatan produksi tersebut sejalan dengan bertambahnya luas panen padi selama Januari-September 2026 yang mencapai 238,38 ribu hektare, naik 13,51 ribu hektare atau 6,01 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 224,87 ribu hektare.

Selain produksi padi, BPS memperkirakan produksi beras Kalimantan Selatan selama Januari-September 2026 mencapai 562,17 ribu ton, meningkat 28,81 ribu ton atau 5,40 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 533,36 ribu ton.

Berdasarkan sebaran wilayah, Kabupaten Barito Kuala, Tapin, dan Hulu Sungai Tengah menjadi tiga daerah dengan produksi padi tertinggi di Kalimantan Selatan, sementara peningkatan produksi cukup besar juga tercatat di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, dan Hulu Sungai Utara.

BPS memperkirakan luas panen padi sepanjang 2026 mencapai 273,32 ribu hektare, termasuk potensi tambahan 34,94 ribu hektare pada Oktober-Desember, sehingga perkembangan panen pada tiga bulan terakhir masih berpeluang menambah capaian produksi daerah.