Nasional

Kampung Nelayan Merah Putih Seraya Timur disiapkan jadi penggerak ekonomi Karangasem

Kampung Nelayan Merah Putih Seraya Timur disiapkan jadi penggerak ekonomi Karangasem

Karangasem, Bali (ANTARA) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyatakan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Seraya Timur, Kecamatan Karangasem, Bali, disiapkan untuk menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat pesisir.

"Program prioritas nasional KKP tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat sarana dan prasarana perikanan, tetapi juga meningkatkan produktivitas serta pendapatan nelayan secara berkelanjutan," kata Sekretaris Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan KKP Woro Nur Endang Sariati di sela Bakti Masyarakat Kelautan dan Perikanan di KNMP Seraya Timur, Karangasem, Rabu. 

Endang menegaskan KNMP bukan sekadar pembangunan infrastruktur, melainkan harus menjadi penggerak ekonomi pesisir yang mengintegrasikan berbagai unit bisnis dan menjaga keberlanjutan usaha melalui konsistensi kualitas, kuantitas, dan delivery time.

Dalam kesempatan itu, KKP juga menyalurkan berbagai bantuan kepada nelayan, mulai dari perlindungan nelayan, jaring, paket sembako untuk melaut, bantuan benih, hingga pelatihan dan sertifikasi bagi unit usaha perikanan di Karangasem.

Endang mengatakan pengembangan KNMP merupakan salah satu dari enam program prioritas nasional KKP periode 2025-2029 dalam menjalankan kebijakan ekonomi biru. Program lainnya meliputi revitalisasi tambak budi daya Pantai Utara Jawa, budi daya udang terintegrasi, budi daya tematik, modernisasi kapal perikanan, dan swasembada garam nasional.

Menurut dia, seluruh fasilitas KNMP harus dimanfaatkan secara optimal dan dikelola secara profesional.

Dengan demikian, kawasan tersebut dapat meningkatkan produktivitas sekaligus mendorong peningkatan pendapatan nelayan.

KKP mencatat sebanyak 100 lokasi KNMP telah beroperasi pada 2026.

Berdasarkan hasil kajian, keberadaan kawasan tersebut mendorong peningkatan aktivitas pengiriman hasil perikanan ke luar daerah, peningkatan pendapatan nelayan, serta tren positif nilai tukar nelayan secara nasional.

Pengalaman pembangunan 100 lokasi yang telah beroperasi tersebut menjadi pembelajaran dalam pengembangan program berikutnya.

KKP juga menyampaikan rencana pengembangan KNMP pada 2027 yang direncanakan menyasar lebih dari 1.000 lokasi.

"Setiap lokasi KNMP harus dipersiapkan secara matang, sesuai kebutuhan nelayan, potensi usaha setempat, kesiapan pengelola, dan kepastian akses pasar agar manfaatnya berkelanjutan," ujarnya.

Endang juga menitipkan empat hal kepada jajaran KKP, pemerintah daerah, dan pengelola KNMP.

Pertama, memastikan bantuan tepat sasaran dan dimanfaatkan. Kedua, mengelola serta merawat fasilitas secara profesional.

Ketiga, menangani persoalan nelayan secara cepat dan tuntas. Keempat, menjaga laut melalui praktik perikanan yang bertanggung jawab dan pengawasan konsisten.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Karangasem menyambut baik program KNMP sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan melalui penguatan sarana dan prasarana, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengembangan usaha perikanan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir.

Karangasem memiliki potensi kelautan dan perikanan yang besar dengan garis pantai sepanjang 87 kilometer, membentang dari Kecamatan Manggis, Karangasem, Abang hingga Kubu.

Potensi tersebut didukung 5.280 nelayan yang tergabung dalam 250 kelompok nelayan. Selain itu, terdapat 20 kelompok pengolah dan pemasar ikan, 64 kelompok pembudidaya ikan, serta enam kelompok masyarakat pengawas (Pokmaswas).

Produksi perikanan Karangasem pada 2025 mencapai 30.220 ton. Jumlah tersebut didominasi perikanan tangkap sebanyak 29.936 ton, sedangkan perikanan budidaya mencapai 284 ton.

Pemkab Karangasem berharap KNMP Seraya Timur berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir yang produktif, mandiri, dan berdaya saing.